
...***...
"Masalahnya aku tidak tahu bagaimana cara untuk mengendalikan mesin ini."
"Aku akan mencobanya. Mungkin tidak semudah yang terlihat, tapi aku akan mencoba untuk mengendalikannya." Tiana dan Rivanno duduk di mesin kendali dan mulai menyalakan mesin itu. Membawanya pergi dari tempat itu agar mereka bisa selamat.
Apa yang mereka lakukan membuat para penjaga di luar sana ketar-ketir dan mereka mulai berusaha untuk mencari cara mengejar mereka. Di dalam sana, Rivanno yang tidak tahu cara untuk mengendalikannya hanya asal menekan tombol yang ada tanpa memperhatikan lebih dulu kemana dan dimana tujuan mereka. Tindakan mereka tanpa sadar membuat mesin waktu itu rusak. Terjadi kerusakan yang membuat mereka berdua panik bukan main, terlebih mereka sama sekali tidak tahu bagaimana cara untuk menyelamatkan diri dari dalamnya.
Tubuh mereka sempat terguncang, terombang-ambing di dalam sana sebelum akhirnya mesin berhenti dengan kendali yang mengeluarkan asap. Pintu mesin itu secara perlahan terbuka, dan Tiana serta Rivanno akhirnya bisa melangkah keluar dari dalam sana.
Begitu keluar, mereka baru menyadari sesuatu. Fakta mengejutkan yang tidak pernah disangka-sangka. "Rivanno..."
Tiana bergumam dengan mata terbelalak. Lelaki yang sibuk mengibaskan tangannya untuk menyingkirkan asap itu lantas beralih fokus padanya. Dan begitu tersadar, dia ikut terkejut dengan apa yang telah terjadi.
Kota tempat tujuan awal mereka mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Dari tempat mereka berada, mereka melihat banyak sekali robot-robot Android yang berterbangan. Bukan hanya itu, mereka juga melihat manusia yang berkendara dengan menggunakan sebuah kendaraan semacam mobil, namun terbang. Penampilan kotanya pun terlihat jauh seratus kali lebih maju dari tempat asal mereka.
"K-kita dimana…?" Rivanno tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi. Semuanya sungguh diluar dari perkiraan mereka.
"Ini gawat. Bagaimana kita bisa menolong Dorothy dan yang lainnya kalau kita benar-benar telah tersesat di masa depan?"
"Aku juga tidak tahu… terlebih, mesinnya mengalami kerusakan. Apakah itu artinya kita akan terjebak di sini selamanya?"
"Kita harus tetap tenang. Kita pasti bisa menemukan cara untuk kembali. Yang terpenting adalah kita harus tetap tenang. Ayo kita pergi mencari seseorang yang mungkin saja bisa membantu kita."
"Tapi bagaimana kalau tidak ada yang bisa membantu kita?"
"Jangan pesimis dulu. Kita coba dulu, lagipula mereka sepertinya memiliki teknologi lebih canggih dibandingkan kita. Aku rasa, mereka akan bisa membantu kita. Jadi ayo kita coba." Rivanno beranjak dengan Tiana yang mengikutinya dari arah belakang. Ia menoleh, menatap mesin waktu yang terus mengepulkan asap. Wajahnya tampak murung, sekarang entah apa yang harus mereka hadapi untuk selanjutnya.
Sementara Tiana dan Rivanno berusaha mencari bantuan, karena mereka terdampar jauh di masa depan, beda halnya dengan para penjaga yang justru kebingungan begitu mereka tiba di tahun 2007. Saat mereka keluar dari mesin waktu dan tiba di markas sebelumnya, mereka sama sekali tidak melihat mesin waktu lain yang muncul di sana.
Sadar akan hal itu, mereka bergegas mencoba mencari Tiana dan Rivanno serta berusaha melacak keberadaan mesin waktu itu. Sayangnya mereka tidak bisa melacak benda itu karena mesin waktunya rusak.
...***...