
...***...
"Kau bilang pulau ini?" Elvina tidak mengerti. Penjelasan Dorothy benar-benar terasa aneh baginya. Terlebih dia bilang mereka bertemu di pulau yang sekarang mereka tempati, padahal pulau dimana dirinya dan William di culik dan di ubah menjadi evolver adalah di pulau seberang.
"Iya, memang kita bertemu di pulau ini. Saat itu…, kejadiannya adalah aku sedang tidak sengaja melihat anakku…"
...*...
Pulau seberang, satu tahun yang lalu.
2019
Dorothy menghentikan langkahnya saat ia secara tidak sengaja melihat sosok yang di kenalnya. Ia terdiam memandangi lelaki yang kini berjalan bersama dengan seorang anak muda.
Mereka menyita perhatian Dorothy karena mereka berjalan menyusuri hutan, padahal sudah jelas-jelas hutan jarang sekali mereka gunakan sebagai alternatif menuju laboratorium.
"D-dia… anak itu…" Dorothy membelalakkan mata saat ia sadar siapa yang bersama dengan Martin. Lelaki itu adalah sosok yang ditunggunya selama ini. Laki-laki yang menjadi alasan kenapa sampai saat ini dia bertahan di pulau ini.
Dorothy melihat Martin yang berjalan menuju arah tepi pantai.
Karena penasaran apa yang akan mereka lakukan, ia lalu memutuskan untuk mengikuti keduanya.
Dorothy mengikuti dari arah belakang, sampai kemudian keduanya tiba di tepi pantai yang terletak cukup jauh dari pelabuhan. Di sana, sudah ada kapal yang menanti mereka.
Ini benar-benar aneh, kenapa mereka menaiki kapal dari tempat ini? Bukankah seharusnya mereka naik dari pelabuhan? Dorothy terus memperhatikan mereka hingga mereka akhirnya naik dan masuk.
Tidak ingin tinggal diam sementara rasa penasaran terus menghampirinya, Dorothy bergegas mengejar kapal itu dan memanjat dengan menggunakan tali yang dilihatnya. Sepanjang jalan menuju pulau di seberang, ia berpegangan pada pagar dengan posisi tubuh menggantung.
Beruntung tidak ada yang sadar akan hal itu.
Setelah beberapa saat bergerak, kapal yang mereka tumpangi lalu berhenti di seberang.
Kemana mereka sebenarnya akan pergi, dan apa yang sebenarnya mereka lakukan di sini? Dorothy terus di hampiri rasa penasaran.
Ia berjalan mengendap-endap dari arah belakang, berharap tidak satupun di antara mereka sadar bahwa dia sedang mengikutinya.
Tap!
Laki-laki itu mendadak berhenti, membuat Martin spontan ikut berhenti.
"Kenapa kau berhenti?"
"Maafkan saya, prof. Tapi saya baru ingat bahwa ada yang saya lupakan. Saya harus kembali ke kapal dan mengambil barang tersebut."
"Apa? Dasar ceroboh, kalau begitu pergilah. Aku akan menunggu kau di sini."
"Tidak perlu, profesor pergi lebih dulu saya. Saya akan menyusul setelah menemukan barang yang saya temukan."
"Memangnya kau ingat jalannya?"
"Saya ingat. Anda tidak perlu cemas. Jadi, pergilah lebih dulu."
"Baiklah kalau kau memang ingat. Aku akan pergi lebih dulu, jangan lupa untuk menyusul."
"Baik, prof."
Martin beranjak meninggalkan lelaki itu seorang diri di sana. Sepeninggalan Martin, pria itu lantas beranjak menuju arah tepi pantai. Ia hendak mengambil barang yang memang tertinggal di sana.
"Huft~ aku kira dia sadar kalau aku memperhatikannya," gumam Dorothy. Ia menghela napas lega karena ternyata lelaki itu tidak sadar kalau dirinya sedang mengikuti mereka sejak tadi.
Tapi aku benar-benar penasaran, apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan di tempat ini? Kenapa mereka ke sini?
...***...