
...***...
"Untuk sementara waktu, jangan biarkan orang lain tahu mengenai hal ini. Terutama Elvina dan yang lainnya. Cukup aku dan kau saja," gumam Rei.
"Aku mengerti."
"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana reaksi mereka kalau tahu aku bukanlah Rei yang sesungguhnya."
...*...
Lelaki itu terdiam sambil memandangi gadis yang terbaring di dalam ruangan khusus yang sejak awal telah mereka persiapkan.
Alat-alat medis terpasang di tubuhnya, mengecek setiap aktivitas sistem tubuhnya secara berkala guna memastikan gadis itu dalam keadaan stabil.
Tep!
Salah satu Evolab menghampirinya dan berdiri tepat di sebelahnya dengan menggenggam sebuah dokumen berisi hasil pemeriksaan berkala yang baru saja dia dapatkan.
"Bagaimana dengan kondisinya?" tanya lelaki itu tanpa menoleh.
"Semuanya stabil, tuan. Selain itu, saya rasa banyak sekali perubahan yang terjadi sejak terakhir kita melakukan pemeriksaan terhadapnya. Tubuhnya berevolusi dengan sangat cepat, dan dia benar-benar berubah menjadi seperti manusia normal pada umumnya."
"Aku tahu itu, dia memang banyak mengalami perubahan sejak terakhir kalinya. Mulai dari emosi, sampai perasaan. Lalu bagaimana dengan persiapan lainnya? Kapan kita akan memulai proses selanjutnya?"
"Karena ruangannya masih di persiapkan, jadi seperti kita baru bisa melakukan proses lanjutannya di akhir Minggu ini."
"Kalau begitu persiapkan segalanya dengan matang. Aku tidak ingin sampaikan kita gagal. Hanya ini satu-satunya cara agar semuanya kembali seperti semula."
"Baik, tuan."
Perhatian mereka mendadak beralih saat secara tiba-tiba Martin tiba dengan wajah cemas. Lelaki itu begitu tergesa-gesa.
"Kita harus mempercepat prosesnya!" ujarnya dalam satu kali tarikan napas.
"Apa maksudmu?" Pria itu mengerutkan kening. Ia tidak mengerti kenapa Martin tiba-tiba ingin prosesnya di percepat.
"Aku dengar dia dalam keadaan stabil kan? Jadi akan lebih baik kalau kita mempercepat proses lanjutannya. Selain itu, keputusan ini akan lebih menguntungkan bagi kita."
"Menguntungkan bagaimana?"
"Apakah kau tidak lihat berapa banyak evolver yang memberontak akhir-akhir ini. Baik di masa depan atau di masa lalu, banyak sekali kasus yang terjadi mengenai evolver yang memberontak. Kalau kita menunggu lebih lama lagi, ini akan membuat keadaan semakin kacau dan situasi akan semakin rumit. Lebih baik kita mempercepat prosesnya, dengan begitu kita akan bisa mengendalikan mereka semua dengan lebih mudah."
Lelaki itu diam membenarkan ucapannya.
"Apa yang kau katakan benar juga. Kalau begitu, persiapkan ruangannya lebih cepat." Pria itu beralih fokus pada Evolab yang sejak tadi bersama mereka.
"Tapi tuan…"
"Tidak perlu! Kita tidak perlu gunakan ruangan itu," potong Martin. "Aku tahu dimana kita bisa melakukan prosesnya."
"Dimana?"
"Ikut aku!" Martin berbalik. Ia melangkah pergi dengan lelaki itu di belakangnya. Mereka terus melangkah hingga akhirnya Martin tiba di depan sebuah pintu yang cukup besar dan tinggi. Ia membuka pintu itu secara perlahan, dan begitu terbuka mereka bisa melihat bagian dalamnya.
Ruangan itu begitu besar. Lebih luas daripada ruangan laboratorium utama yang saat ini mereka gunakan. Selain itu, di dalamnya sudah terdapat alat-alat lengkap yang bisa mereka gunakan untuk menjalankan proses selanjutnya.
"Ruangan ini…" Lelaki itu terdiam sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Laboratorium saudara kembarku."
...***...