
...***...
Elvina terbangun. Sudah dua hari berlalu. Tidak, ralat. Lebih tepatnya empat hari berlalu semenjak Elvina terkurung dalam ruangan tempatnya berada.
Elvina sendiri baru tahu kalau kali pertama ia membuka mata dan bertemu dengan profesor itu, adalah hari kedua dirinya di sana. Dan semenjak dua hari itu, di hari ke tiganya, Elvina menjalani banyak sekali tes fisik dan pemeriksaan secara berkala.
Elvina berulang kali memberontak dan berusaha untuk melarikan diri. Tapi sialnya, penjagaan di sana begitu ketat. Para evolver penjaga bisa dengan mudah melumpuhkannya hanya dalam satu kali gerakan tangannya. Selain itu, ada banyak robot android yang berpatroli di sekelilingnya. Hal itu, membuat Elvina semakin sulit untuk bisa bebas.
Elvina menghela napasnya pelan. Sudah selama empat hari dirinya menghilang, ia tidak bertemu dengan keluarganya selama empat hari. Bahkan juga dengan William. Walaupun mereka bilang William berada di tempat yang sama, di ruang yang bersebelahan dengan dirinya. Tapi, Elvina sama sekali tidak tahu bagaimana kabarnya.
Elvina ingin tahu bagaimana kabar adiknya. Apakah dia sudah sadar? Apakah dia baik-baik saja? Apakah mereka memperlakukan William sama seperti dirinya? Semua pertanyaan itu terus bermunculan di benaknya.
Pintu terbuka. Elvina mengalihkan pandangannya ke arah dimana seorang wanita berpakaian suster itu berdiri.
Elvina sudah tidak asing lagi dengannya. Mereka sudah sering sekali bertemu. Dia adalah evolver lab tanpa nama. Ia hanya menggunakan kode bernomor Evolab107.
Evolab107, menghampiri Elvina. Ia berdiri di dekat meja dekat ranjang tempatnya tertidur. "Pagi ini, kau hanya akan menjalani beberapa tes fisik saja. Karena sistem genetik dalam tubuhmu sudah semakin membaik, dan semuanya sudah berjalan dengan semestinya," ujar Evolab107.
Elvina hanya diam tak menjawab ucapannya. Evolab107 menyapu udara hingga layar hologram dihadapannya muncul. Ia melakukan beberapa pengecekan pada tanda vital Elvina. Segala datanya tertera pada layar hologram yang tampak dihadapannya.
Elvina beranjak bangun secara perlahan. Ia memegangi kedua pergelangan tangannya bergantian. Rasanya sakit karena semalaman, ia harus tidur dalam posisi terikat. Pun kedua kaki dan pinggangnya. Elvina lalu terduduk.
Evolab107 menekan beberapa tombol lain di sana yang dalam seketika membuat ranjang tempat Elvina terduduk berubah bentuk.
Elvina berada dalam posisi berdiri tegap sekarang. Ranjangnya bergeser menuju dinding. Layar kaca muncul dari atap. Bergerak menutupi Elvina hingga tubuhnya tertutup sempurna.
Dua tangan robot, bergerak membantunya melepaskan pakaian. Perlahan air mengalir membasahi tubuhnya dengan sabun yang langsung membersihkan dirinya.
Setelah mandinya selesai. Airnya seketika surut dan membuat tempatnya kering. Tempat Elvina berdiri sekarang mengeluarkan udara yang seketika membuat tubuh Elvina kering tanpa perlu mengelap tubuhnya dengan handuk.
Tangan robot lain bergerak keluar dari tempatnya. Ia membawa satu set baju baru untuk Elvina kenakan. Setelah selesai, tempat itu kembali berubah menjadi ranjang tidurnya dengan layar kaca yang lenyap seketika.
Elvina terduduk ditempatnya. Dua tangan robot bergerak membantu menyisir rambutnya yang telah kering hingga benar-benar tapi. Dalam waktu kurang dari satu menit, rambutnya sudah terikat rapi.
Evolab107 menatap Elvina yang sudah rapi. Ia siap untuk menjalani tes.
...***...