Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 324 - Maafkan aku, Joe…



...***...


"Kami sudah menemukan keberadaan Derek dan wanita itu." Ron berucap.


Joe yang melintas di sana, spontan menghentikan langkah kakinya di depan ruangan tuannya.


"Kalau begitu, pergi dan tangkap mereka secepatnya. Pastikan mereka tidak melarikan diri hingga ke luar negeri!"


"Baik tuan, secepatnya kami bergerak." Ron membungkuk lalu melangkah keluar.


Mereka sudah menemukan keberadaan Derek? Aku harus ikut dengannya, pikir Joe. Fokusnya beralih pada Ron yang baru saja keluar.


Ron menoleh ke arah Joe yang berdiri di depan ruangan tuannya. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ron.


"Aku dengar kau sudah menemukan keberadaan Derek. Biarkan aku ikut denganmu, aku akan membantumu untuk membujuknya agar ikut kemari," ujar Joe.


Ron baru saja membuka mulutnya hendak mengeluarkan sepatah kata, namun lebih dulu profesor muncul dan memotong ucapannya.


"Tidak! Fokus pada pekerjaanmu, Joe!"


Ron dan Joe menoleh berbarengan. "Prof…" Ron membungkuk memberi hormat berbarengan dengan Joe.


"Aku ingin kau fokus pada pekerjaanmu. Tangkap Elvina dan William!" tukas profesor penuh penekanan pada setiap kalimatnya.


"Tapi, prof…"


"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun darimu! Serahkan semua tentang Derek pada Ron!"


"Baiklah… prof." Joe menundukkan kepalanya dengan wajah murung.


"Kalau begitu aku permisi, prof…" Ron membungkuk lalu berbalik pergi meninggalkan profesor.



...*...


Derek menarik tangan Pricilla agar cepat-cepat pergi dari tempat itu.


"Kita akan berangkat dengan penerbangan pertama," ujarnya dengan tergesa-gesa. Mereka segera menghentikan langkahnya di tepi jalan. Tiba di sana, mereka segera mencari taksi yang melintas.


Tak lama, keduanya menemukan taksi kosong. Mereka segera masuk dan duduk di kursi belakang.


Sepanjang perjalanan, tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir masing-masing. Pricilla kini terdiam dalam lamunannya. Menatap ke luar jendela mobilnya, sedangkan Derek kini terdiam dengan berbagai rencana yang telah ia susun semalaman begitu tiba di Oslo.


Aku akan segera pergi menemui kekasihnya, setelah itu memintanya memberikan alamat sepupu Nils yang tinggal di Finlandia. Hanya di sana aku dan Pricilla bisa aman, setidaknya di sana tidak terlalu banyak evolver dan penjaga yang mendiami wilayah itu, batin Derek. Ia beralih menatap keluar jendela.


Sebenarnya… ini cukup berat bagiku kalau aku harus meninggalkan Indonesia, itu artinya aku tidak akan bisa bertemu dengan Joe lagi. Aku bahkan tidak sempat berpamitan dengannya. Derek menatap nanar setiap bangunan besar pencakar langit di sepanjang jalan yang dilewatinya.


Derek beralih pandang, ia menunduk menatap telecosysnya yang kini dalam keadaan nonaktif. Ia sengaja menonaktifkan benda itu agar Ron dan yang lain tidak dapat menemukan keberadaannya dan Pricilla.


"Hanya ini satu-satunya benda yang aku miliki yang dapat mengingatkanku pada Joe. Tapi sepertinya aku tidak bisa membawanya bersamaku karena terlalu beresiko," gumam Derek pelan. Tangannya mengusap permukaan telecosysnya dengan mata berkaca-kaca, ia harus merelakan satu-satunya benda pemberian Joe untuk ia tinggalkan.


Derek membuka jendela mobilnya, ia menatap keluar jendela memastikan ada mobil yang melintas di dekat taksinya atau tidak.


Tangannya perlahan terulur keluar, ia mengeluarkan telecosysnya lalu menjatuhkannya di jalanan. Bersamaan dengan itu, beberapa saat berikutnya sebuah truk besar melindas telecosysnya hingga benda itu hancur.


Maafkan aku, Joe… hanya ini caranya.


...***...