Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 448 - Aaa!



...***...


Rei menghentikan langkahnya beberapa meter dari arah Andrich terduduk memegangi tangannya, sementara Aland berusaha keras menahan tubuhnya dan Lucy agar tidak terseret.


"Benda apa ini?" Rei menatap sebuah gelombang aneh yang muncul melindungi Andrich, Lucy, dan Aland.


"Ini adalah perisai gaib yang diciptakan olehnya," gumam Louis menjelaskan.


"Apa? Dia bisa menciptakan perisai seperti ini?"


"Ini adalah perisai yang diciptakan oleh anak buahnya. Gunanya untuk meredam suara dan aktivitas yang terjadi, dari dunia nyata."


Sementara Rei dan Louis terdiam. Fokus Lucy beralih pada sosoknya. Menyadari siapa yang berdiri di sana, Lucy bergegas berteriak meminta bantuan padanya.


"Rei! Bantu aku!" teriaknya kencang.


Rei menoleh ke arah Lucy dan Aland. Ia diam sejenak sambil memperhatikan sepasang orang dewasa yang kesulitan di sana.


"Suara ini, kenapa seperti suara Liana?" gumam Rei. Ia menatap Lucy sejenak, setelah beberapa saat ia baru sadar bahwa itu memang Lucy.



"Liana!" Rei bergegas masuk ke dalam perisai itu. Berlari menuju arah Lucy dan Aland yang terus di seret menuju arah pintu.


"Aaa!" Keduanya berteriak, tubuh mereka semakin dekat.


Rei melompat dan berusaha menarik kaki Aland yang juga terseret, sialnya ia terlalu lambat hingga usahanya menangkap Lucy dan Aland gagal.


Pintu terbuka. Lucy dan Aland terseret masuk hingga ke dalam sisi lain tembok dan menghilang di pintu kayu tua yang mendadak tertutup sendiri.


Rei tertatih, bergegas ia berlari menuju arah pintu kayu. Namun, Louis lebih dulu menahan langkahnya.


"Berhenti, tuan!" katanya cepat.


Rei menatap Louis yang baru saja menahan langkahnya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan, Lou? Tidak mungkin aku diam saja sementara Liana dan Aland membutuhkan bantuanku. Selain itu, sepertinya Andrich juga membawanya pergi Lusia ke dalam sana."


"Lusia tidak berada di dalam sana. Andrich membawanya ke tempat lain, aku tidak bisa merasakan energi Lusia di balik sana."


"Apa? Lalu kemana dia membawanya, dan apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak boleh diam saja seperti ini." Rei semakin merasa resah.


"Tuan tetap di sini, biar aku yang membantu Liana dan Aland untuk bebas. Aku yang akan masuk."


"Kau yakin?"


"Ya. Lagipula, mereka tidak akan bisa menyerap energi dari makhluk sepertiku."


"Okay, pergilah."


Louis segera beranjak masuk ke dalam pintu. Tubuhnya menembus layaknya makhluk tak kasat mata lainnya.


Louis segera mencari keberadaan Aland dan Lucy yang tubuhnya di seret masuk ke balik dinding itu.


"Ternyata benar apa yang diucapkan oleh Melinda, kau datang seperti yang dia katakan." Andrich bangun setelah berhasil mengumpulkan energinya.


Rei menoleh ke arah datangnya suara.


"Kau… dimana Lusia? Kau membawanya kemana?!" Rei mengepalkan tangannya erat mengingat kekasihnya diculik oleh pria yang kini berada dihadapannya.


"Dia sudah berada di tempat yang aman. Melinda sudah menanganinya."


"Melinda? Jadi selama ini…"


"Benar sekali. Dia juga adalah evolver, sama sepertiku."


Rei mengepalkan tangannya semakin erat, emosinya semakin meningkat setelah mendengar setiap kalimat Andrich.


...***...