Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 372 - Jangan sombong!



...***...


"Lepaskan aku!" Melinda memberontak berusaha membebaskan diri dari Andrich yang menariknya.


Mereka baru berhenti di sisi lain perpustakaan yang lebih kosong dari sebelumnya. Tidak banyak orang yang berkumpul di sana.


"Apa yang kau inginkan?! Kenapa kau menarikku sampai kemari?" Melinda menatapnya penuh tanya.


"Hentikan apapun yang akan kau lakukan!" kata Andrich.


"Memangnya apa yang akan aku lakukan?"


"Kau akan melakukan sesuatu yang membuat Lusia celaka, lagi 'kan?" tebak Andrich yang berhasil membuat Melinda tertegun mendengarnya.


"A… apa maksudmu? Aku tidak mengerti," elaknya terbata.


"Kau tidak perlu mengelak karena aku tahu semuanya. Kau bukan manusia biasa 'kan?"


Melinda makin terkejut dengan kalimat yang baru saja terlontar dari mulut lelaki itu.


"Maksudmu?"


"Kau tidak perlu berpura-pura di hadapanku, karena aku tahu kau adalah seorang evolver." Andrich menatapnya tajam.


Melinda diam tanpa kata, ia benar-benar terkejut dengan penuturan Andrich yang ternyata tahu identitasnya yang sebenarnya.


"K… kau tahu aku adalah evolver?" Melinda menatapnya dengan kedua mata terbelalak hebat.


"Ya. Aku sudah tahu semuanya, sejak tadi aku mengikutimu."


"Bagaimana kau tahu aku evolver? Maksudku, darimana kau tahu sebutan untuk kaumku?"


"Karena aku juga seorang evolver."


"Apa?!" Melinda kaget bukan kepalang. "Kau evolver sepertiku?"


"Aku di tugaskan oleh tuan untuk menangkap Lusia dan mengawasi Rei."


"Iya. Maka dari itu jangan mempersulit urusanku, tugasku adalah membawa Lusia hidup-hidup!"


"Kenapa tuan menginginkan Lusia? Memangnya ada apa dengan gadis itu? Apakah dia adalah evolver yang melarikan diri?"


"Kau tidak perlu tahu tentang itu. Yang ingin aku tanyakan sekarang, kenapa kau terus berusaha mengganggu Lusia. Apa yang sebenarnya kau lakukan di sini? Apakah kau tidak memiliki pekerjaan lain?"


"Omong kosong. Aku datang kemari karena profesor menugaskanku menangkap Rei."


"Menangkap Rei?"


"Ya. Karena profesor curiga kalau Rei adalah evolver. Maka dari itu aku datang untuk menangkap Rei dan membawanya ke laboratorium untuk mengecek apakah dia benar-benar evolver atau bukan," jelas Melinda.


Ternyata, bukan hanya tuan dan aku yang mengira Rei adalah evolver, tapi profesor juga sudah tahu akan hal ini? Aku harus segera memberitahukan hal ini pada tuan, batin Andrich.


"Karena tujuan kita sama, bagaimana kalau kita bekerja sama? Aku menangkap Rei, dan kau menangkap Lusia." Melinda menyodorkan tangannya ke arah Andrich.



Pria itu diam menatap uluran tangan Melinda padanya.


"Aku tidak ingin bekerja sama dengan orang yang berusaha menyakiti gadis yang seharusnya aku jaga." Andrich berbalik dan pergi meninggalkan Melinda.


Melinda melongok saat jawaban Andrich benar-benar menohoknya.


"Hey! Tunggu, aku belum selesai bicara!" teriak Melinda berusaha menghentikan langkah Andrich yang kini bergerak menuju pintu keluar.


"Ayolah jangan terlalu sombong, kita bisa bekerja sama agar bisa menangkap mereka berdua," tutur Melinda sembari bergerak cepat berusaha mengimbangi langkah Andrich yang terus bergerak menjauh dari tempatnya.


"Aku tidak akan bekerja sama denganmu. Urusan saja pekerjaanmu sendiri. Aku tidak ingin pekerjaanku di campuri oleh orang lain," jawab Andrich sambil melangkah.


"Kau benar-benar sombong. Seharusnya kita saling membantu agar tujuan kita tercapai," ujarnya. Melinda tak menyerah sampai mereka berdua akhirnya tiba di halaman perpustakaan.


"Tunggu!" Melinda meraih tangan Andrich hingga membuat langkahnya terhenti.


...***...