
...***...
"Kupikir ini adalah saat yang tepat untuk melihat seberapa jauh serum itu bekerja." Profesor tersenyum penuh arti.
"Bawa dia, dan masukkan dia ke dalam tabung."
"Baik, prof." Kedua lelaki itu menjawab serentak.
Tabung? Rei menatap ke segala arah. Hanya ada satu hal yang dilihatnya. Tabung berukuran raksasa yang ada dihadapannya.
"Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan? Aku tidak ingin masuk ke dalam sana!" Rei meronta sekuat tenaga.
"Diamlah, atau profesor akan bersikap lebih kejam padamu."
Kedua penjaga itu menarik tubuh Rei menuju sebuah tangga yang mengarah ke sebuah tempat di belakang tabung tersebut.
Rei menatap ke sekeliling, bukan hanya dirinya yang di seret menghampiri tabung itu. Melainkan ada sembilan orang lain yang juga ikut diseret ke atas sana.
Sembilan orang itu berjenis kelamin campuran. Empat di antaranya adalah wanita dan sisanya termasuk Rei adalah pria.
Apa ini? Apa yang sebenarnya akan mereka lakukan? Kenapa mereka membawaku ke atas sini, dan kenapa ada sembilan orang lain juga? Rei menatap ke kiri dan kanan. Orang-orang yang bernasib serupa dengannya justru lebih parah karena di seret dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Rei terus memberontak. Tapi kemudian lelaki itu memerintahkannya untuk berlutut.
Setelah Rei berada dalam posisi berlutut, penutup tabung bagian atas itu terbuka secara otomatis dan Rei bisa melihat isi bagian dalamnya.
Tabung itu dalamnya hampir mencapai dua sampai tiga meter, dengan air yang hampir terisi penuh.
Cairan serum Evolgesysv-03 itu bahkan hanya menyisakan sekitar tiga puluh sentimeter saja ruang di bagian atasnya.
Rei menelan ludah. Ia tidak pernah membayangkan bagaimana jadinya kalau tubuhnya di masukkan ke dalam tabung yang bahkan entah berapa diameternya itu. Yang pasti ruangannya begitu sempit, dan Rei juga pasti tidak akan bisa berbuat banyak untuk meloloskan diri. Terlebih sisa ruang tanpa air dalam tabung itu hanya tiga puluh sentimeter.
Byurrr!
Satu persatu orang mulai dimasukkan ke dalam tabung itu. Rei semakin merasa ketakutan. Apalagi saat tiba gilirannya.
Rei memberontak sekuat tenaga, berharap bisa membuat kedua penjaga itu kewalahan. Tapi semua usaha yang dilakukannya berakhir gagal saat mereka pada akhirnya bisa menyeret Rei dan mendorongnya masuk ke dalam sana.
Byurrr!
Rei terjatuh ke dalam tabung berisi cairan Evolgesysv-03. Rei berusaha untuk berenang dan mempertahankan kepalanya tetap berada di area tiga puluh sentimeter tanpa air. Ia juga terus berteriak meminta untuk di lepaskan. Tapi kedua penjaga tadi hanya bisa tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya.
Penutup tabung kembali bergerak dan menutup secara perlahan hingga tertutup sempurna.
Rei semakin panik sampai membuat jantungnya berdebar hebat. Apalagi saat ia sadar, ada lubang di dasar tabung yang mulai mengisi bagian tiga puluh sentimeter itu secara perlahan-lahan.
Volume air yang bertambah membuat Rei semakin kehabisan ruang untuk bernapas. Semakin lama, ia semakin tidak kuat sampai akhirnya mau tidak mau harus tenggelam dalam cairan itu sama seperti ke sembilan orang lainnya.
Aku harus bertahan. Aku tidak boleh mati di sini… batin Rei.
Rei membuka kedua matanya. Kini semua yang dilihatnya berubah warna menyesuaikan dengan warna pada cairan yang di dalam tabung.
Rei perlahan menoleh ke sisinya. Menatap tabung yang lain.
...***...