
...***...
"Mama...?" Derek terdiam memandangi Dorothy. Air matanya mengalir membasahi pipinya. Dorothy menganggukkan kepalanya pelan.
"Ya. Aku ibumu... Saat kecil kau dan Joe di bawa pergi oleh ayahmu... Dan kita terpaksa harus berpisah. Tapi selama ini mama selalu mencoba menolongmu dan membebaskan kalian dari sana... Bahkan mama rela terkurung di tempat ini selama bertahun-tahun hanya berharap kita bisa bertemu... Saat akhirnya kita bertemu. Kalian sudah melupakan mama... Dan mama pikir mungkin itu adalah ulah papa kalian. Maka dari itu mama bertekad untuk mengalahkan mereka dan menemukan cara untuk memulihkan ingatan kalian... Jadi bertahanlah, kau harus bertahan demi mama demi kakakmu..." Dorothy semakin dibanjiri air mata. Begitu juga dengan Derek, Joe dan Dean.
Di tengah semua itu. Elvina dan yang lainnya mendadak berhenti saat mereka menyaksikan para penjaga yang mendadak jatuh dan tewas begitu saja setelah suara teriakan kembali terdengar. Kini yang tersisa hanyalah, Elvina dan teman-temannya yang masih tersisa. Mereka sempat kebingungan dengan apa yang terjadi, tapi tak lama mereka semua langsung berkumpul mengerubungi Derek yang terluka.
Semua orang mengelilingi Derek, Dorothy, dan Joe dalam keadaan berkaca-kaca menyaksikan apa yang terjadi. "Maaf karena aku terlambat menyadari kalau kau adalah ibuku... Tapi senang karena sekarang aku tahu di dunia ini, aku tidak hanya bersama Joe... Ternyata aku memiliki seorang ibu yang begitu tangguh yang mau mengorbankan segalanya hanya demi bisa bersamaku... Aku senang bisa bersama mama..."
Derek tersebut tipis. Sementara Dorothy hanya bisa terisak. Hatinya bergetar ketika dia mendengar sebutan itu lagi keluar dari mulut anaknya setelah sekian tahun lamanya kata itu lenyap dan nyaris terlupakan. Di sisi lain Joe sama-sama terisak. Antara sedih dan senangnya bersatu. Senang karena akhirnya dia bertemu dengan ibunya, tapi sedih karena melihat adiknya harus berada dalam kondisi begini.
Derek beralih fokus pada Joe dan memandanginya sambil tersenyum. "Joe... Kau adalah kakak yang hebat, dan aku beruntung bisa menjadi adikmu. Terima kasih untuk segalanya, dan maaf karena selama ini aku sudah menyusahkan mu..."
"Aku hanya ingin mengatakan, aku sayang kalian... Terima kasih karena sudah ada dalam hidupku..." Derek memandangi Dorothy, Joe dan Dean sambil tersenyum sebelum akhirnya lelaki itu benar-benar menghembuskan napas terakhirnya. Joe, dan Dorothy menangis sejadi-jadinya saat dia melihat Derek akhirnya tak lagi bergerak atau bersuara. Lelaki itu benar-benar telah pergi selamanya meninggalkan mereka.
Dean ikut terisak. Entah kenapa ia merasa sangat sedih saat harus menyaksikan lelaki itu mati. Padahal dia baru kenal dan baru bertemu, tapi entah kenapa hatinya begitu hancur saat melihat semua itu.
Rei bergerak mendekati Dean. Menepuk pundaknya secara perlahan. "Dia adalah kakekmu..."
"A-apa?" Dean menoleh ke arah lelaki yang sudah membawanya hingga ke tempat ini. Dia terkejut bukan main saat mendengar kalimatnya barusan.
"Derek Apollo. Dia adalah orang yang sudah memberikanmu kekuatan, sekaligus orang yang memberikan alasan keberadaan kita di sini."
...***...