
...***...
"Maaf karena aku tidak berbicara jujur padamu, karena aku pikir kau akan melaporkanku kalau aku berbicara yang sejujurnya tentang penelitian yang sedang aku kerjakan."
"Aku tidak akan melakukannya, aku justru akan membantumu jika sejak awal aku tahu. Tapi semuanya sudah terjadi."
"Maaf."
"Dengarkan ini! Ron dan timnya sedang mencoba melacak keberadaanmu lewat mobil yang kemarin malam kau tumpangi. Mereka akan berusaha menangkapmu, dan sepertinya orang yang sudah membantumu juga akan terlibat dalam hal ini."
"Apa?! Itu artinya, dia juga berada dalam bahaya?"
"Tentu saja, dan kau harus melindunginya."
"Kalau seperti ini akan lebih sulit bagiku untuk melarikan diri. Karena aku juga harus melindunginya."
"Pergilah ke Oslo lalu temui kekasihku, minta dia untuk memberikan alamat sepupuku yang tinggal di Finlandia. Untuk sementara waktu tinggallah bersamanya di Finlandia. Aku akan coba menghubungi sepupuku agar membantumu. Dia adalah manusia murni dan dia kebetulan adalah asisten profesor yang selalu melakukan penelitian di laboratorium. Dia akan bisa membantumu. Untuk sementara waktu, aku akan menonaktifkan telecosys ku dan memblokir segala kontak denganmu agar mereka tidak bisa menemukanmu."
"Baiklah."
"Uang yang aku kirimkan apakah cukup untuk membeli tiket pesawat ke Norwegia?"
"Ya, aku rasa cukup. Terima kasih atas bantuanmu."
"Bukan masalah. Apapun yang terjadi, kau harus bisa menyelesaikan penelitianmu! Ingat. Aku akan selalu mendukungmu!"
"Sekali lagi terima kasih karena kau sudah membantu dan mendukungku."
"Bukan masalah. Kalau begitu sampai jumpa."
Nils mematikan kontak dengan Derek memblokir segala kontak dengannya agar ia tidak bisa berhubungan lagi. Nils segera menonaktifkan telecosysnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Nils menghentikan langkahnya saat ia secara tidak sengaja mendapati pintu laboratorium satu terbuka. Beberapa evolver lab berlarian keluar dari dalam sana, beberapa di antaranya berusaha untuk memanggil profesor.
Nils menghampiri pintu masuk dan berdiri di sana. Ia memandang ke arah dalam dan mendapati seorang lelaki yang kini berdiri dalam kobaran api merah yang begitu membara.
Banyak diantara semua evolver lab dan evolver penjaga yang ada berusaha untuk meredam emosinya yang semakin memicu api dalam tubuhnya.
"Lakukan sesuatu! Panggil profesor, beritahu beliau kalau prevolver dengan kode nomor 3DW412D mengamuk dan tidak bisa di kontrol!" teriak salah satu evolver penjaga yang berusaha mengendalikan emosi lelaki berambut hitam itu, namun gagal.
Lelaki itu adalah lelaki yang sama yang di temui oleh Derek kemarin malam.
"Dia evolver baru? Sepertinya dia baru melewati setengah waktu masa inkubasi," gumam Nils yang kini memandang ke arah lelaki di sana. Melihatnya membuat ia teringat kembali akan kejadian saat pertama kalinya ia menjadi seorang evolver, Nils juga saat baru menjalani setelah waktu masa inkubasi pernah memaksa keluar dari dalam tabung dan membuat kekacauan.
Kalau di ingat-ingat di saat itulah pertama kalinya ia bertemu dengan Derek.
Drap! Drap! Drap!
Beberapa orang evolver lab berlarian menuju ruangan tersebut dengan profesor
Mereka segera masuk ke dalam laboratorium untuk menghentikannya terus mengamuk.
Profesor segera mengambil tindakan, bergerak cepat menghampiri Edward dengan jarum suntik di tangannya. Ia bergegas melumpuhkannya agar tidak terus mengamuk.
Lelaki itu perlahan terkulai dan tak sadarkan diri. Profesor bergerak menjauh, ia berusaha mematikan kobaran api yang membakar jas lab yang dikenakannya.
...***...