Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 733 - Pertarungan Dorothy dan Cato



...***...


Brukk!


Dorothy mengunci pergerakan Cato hingga membuat lelaki itu sama sekali tidak bisa bergerak. Kini tubuhnya berada tepat di atas tubuh Cato yang sama sekali tidak bisa melawan. Setelah pertengkaran hebat yang terjadi di antara keduanya, dan setelah perjuangan Dorothy berusaha melawan Cato, akhirnya dia bisa membuat lelaki itu jatuh juga.


"Arghh! Lepaskan aku!"


"Aku tidak akan melepaskanmu. Setelah apa yang kau lakukan padaku dan anak-anakku, aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas lagi!"


"Dorothy!"


"Berhenti menyebut namaku! Aku jijik mendengar suaramu. Kau sudah menghancurkan hidupku. Menghancurkan hidup kedua anakku. Kau bahkan membuat mereka lupa pada ibu mereka sendiri..." Kedua mata Dorothy berkaca-kaca dan perlahan air mata menggenang di pipinya. "Mungkin dulu aku kalah karena aku berusaha melawan kalian sendirian. Tapi sekarang, aku tidak akan pernah kalah lagi. Akan aku pastikan kau membalas atas apa yang telah kau perbuat!"


Dorothy mengangkat sebelah tangannya yang kini terkepal. Mengambil ancang-ancang untuk memukul wajah Cato yang hanya beberapa sentimeter saja dari posisinya. "Kau tidak akan bisa melakukan itu. Kau tidak akan bisa melukaiku, karena bagaimanapun juga aku adalah orang yang kau cintai."


Cato terkekeh sambil menatap Dorothy dengan tatapan meremehkan. Dia yakin kalau Dorothy tidak akan bisa menyakitinya, karena dia tau bahwa Dorothy sebenarnya masih sangat mencintainya.


Dorothy tiba-tiba saja mengeluarkan smirknya. Menatap Cato dengan ekspresi yang seketika berubah seratus delapan puluh derajat. Cato termangu begitu melihat ekspresi Dorothy yang sungguh tampak aneh. Ekspresi yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.



Bugh! Bugh! Bugh!


Dorothy menghantam wajah Cato dengan tinjunya berulang kali. Pria itu sama sekali tidak bisa mengelak. Dorothy terus menghajarnya sementara tubuhnya yang diduduki oleh Dorothy berusaha keras untuk melawan. Wanita itu lantas berhenti dan mencengkram kerah bajunya.


"Aku tidak akan memaafkan orang yang sudah menghancurkan hidupku, melenyapkan sahabatku, dan melukai kedua putraku. Walaupun orang itu adalah ayah dari kedua putraku sendiri."


"ARGGHH!!!" Cato memberontak. Pria itu mendorong tubuh Dorothy dengan sekuat tenaga hingga membuat wanita itu akhirnya terpental sampai menabrak pintu yang terkunci. Tubuh ringkihnya menghantam pintu itu dengan begitu keras hingga membuat Dorothy kesakitan.


Dorothy terkulai. Kedua kakinya berusaha keras menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Dengan sisa tenaganya, Dorothy berusaha untuk bertahan. Di sisi lain, Dorothy melihat Cato sudah bangkit dengan tangan yang kini menyeka darah di wajahnya.


"Tadinya aku tidak ingin bermain kasar denganmu. Tapi aku tidak punya pilihan!" Cato berlari menuju arah wanita itu dan mencekiknya. Dorothy menggunakan kakinya untuk menendang perutnya. Namun gagal. Hal itu tak lantas membuat Dorothy kehabisan ide. Wanita itu menendang alat vitalnya hingga Cato mengerang kesakitan. Di saat lengah, dia mendorong tubuh pria itu hingga menabrak meja.


Cato berusaha melawan balik, balas mendorong tubuh Dorothy hingga wanita itu tersungkur. Terjadi aksi saling dorong di antara mereka sampai keduanya terus terbanting dari sisi yang satu ke sisi yang lain. Pergerakan mereka terus berulang sampai akhirnya mereka benar-benar terpojokkan diujung ruangan di dekat jendela besar di sana.


...***...