Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 331 - Penyamaran



...***...


"Baiklah, jelaskan apa yang membuatmu bersikap aneh seperti ini," ujar Pricilla pada Derek.


"Mereka mulai mencari kita! Dan mereka mulai mengarahkan semua penjaga untuk menangkap kita, bahkan para evolver juga ikut turun bergerak mencari kita."


"Darimana kau tahu?"


"Chip dalam otakku. Walaupun chip-nya tidak berfungsi untuk mengendalikanku, tapi aku masih bisa mendapatkan sinyal perintah secara samar-samar dari mereka. Tidak ada orang yang tahu kalau chip ini masih sedikit berfungsi, bahkan di server mereka tidak terdeteksi."


"Jadi maksudmu, kau bisa menangkap setiap sinyal perintah yang mereka kirimkan?"


"Ya."


"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan? Apakah di sini juga ada evolver seperti yang kau bicarakan?"


"Ada seorang pramugari dan pramugara yang juga seorang evolver di dalam pesawat ini. Mereka pasti akan mulai mencari kita di antara para penumpang lainnya."


"Apa? Itu artinya kita akan tertangkap? Bagaimana ini? Aku masih belum ingin mati." Pricilla panik bukan main.


"Itulah sebabnya mengapa aku menarikmu kemari. Karena kita harus segera mengubah penampilan kita."


"M… maksudmu?" Pricilla menaikkan alisnya bingung.


Derek mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kecil yang diambilnya. Ia menyodorkan isinya pada Pricilla.


"Pakai ini." Derek menyodorkan beberapa benda yang dapat mereka gunakan sebagai penyamaran.


Derek mengubah tatanan rambutnya hingga berbeda dari sebelumnya, ia kemudian mengenakan kacamata yang memberikan hal lain yang membuat penampilannya berbeda, pun Pricilla yang segera mengubah penampilannya.


Bukan hanya penampilan wajah, mereka juga segera mengubah penampilan mereka dalam berpenampilan. Dalam waktu beberapa menit, mereka selesai dan siap untuk keluar.


"Bagaimana? Apakah sudah sempurna?" Pricilla memastikan.


Ternyata dia tampan kalau mengubah tatanan rambutnya seperti ini… batin Pricilla sembari menatapnya nyaris tanpa berkedip.



"Hey! Aku bertanya padamu?!" Derek membuat Pricilla tersadar dari lamunannya.


"P… penyamaranmu sudah sempurna," ucapnya terbata.


"Bagus, sekarang ayo keluar." Derek baru saja berbalik dan siap untuk melangkah keluar dari toilet, tapi mendadak langkah mereka terhenti saat secara tiba-tiba beberapa orang melangkah masuk ke dalam toilet.


Derek dan Pricilla membatu dalam seketika di tempatnya. Kedua mata mereka membuat sempurna, terkejut bukan main ketika mendadak beberapa orang masuk.


"Gawat! Ada orang, apa yang harus kita lakukan? Kalau mereka tahu kita keluar dari dalam bilik yang sama, mereka pasti akan salah paham," bisik Pricilla dengan wajah pucat pasu. Ia panik bukan main.


"Kau tenang saja. Asalkan kita tidak berbicara, mereka pasti tidak akan sadar kita ada di sini," balas Derek.


Pricilla membekap mulutnya, berusaha sebisa mungkin untuk tidak bersuara agar tidak ada yang sadar bahwa ada dua orang di dalam sana.


Hening, untuk sesaat mereka tidak dapat mendengar apa-apa.


"Akan aku coba cek," bisik Derek yang kemudian membuka pintu bilik toiletnya guna memastikan tidak ada orang yang sadar.


"Aman," ujarnya teramat pelan pada Pricilla. Mereka segera melangkah keluar dari dalam toilet. Beberapa orang lain tengah sibuk di bilik masing-masing.


Pricilla dan Derek keluar. Mereka kembali melangkahkan kakinya menuju tempat duduk mereka.


"Apakah ini akan bekerja?" tanya Pricilla dengan suara berbisik.


"Tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja." Derek berusaha menenangkan.


...***...