Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 486 - Elvina hilang



...***...


Joe mengangkat tubuh Elvina dan membawanya pergi dari sana.


"Apa yang akan kau lakukan pada kakakku?" teriak William dengan wajah kesal.


"Diam dan jangan ikuti aku, atau akan kusakiti kakakmu!" ancam Joe yang terus membawanya pergi.


"Tidak. Jangan sakiti dia!"


"Kalau begitu ikuti perintahku!"


William terdiam dengan wajah murung. Perasaannya campur aduk. Antara kesal, marah, dan cemas menjadi satu.


Ia kesal dan marah akan sikap Joe, tapi ia juga cemas Elvina kenapa-kenapa kalau sampai dirinya melawannya.


Joe membawa Elvina ke dalam sebuah ruangan. Membaringkan tubuhnya di lantai lalu menguncinya di dalam sana.


Dalam ruangan gelap, yang bahkan tidak dapat di tembus oleh setitik cahaya pun.



...*...


Leon mulai cemas saat Elvina sama sekali tidak bisa dia hubungi. Berulangkali ia berusaha menghubungi Rei juga, tapi sama-sama tidak ada jawaban.


Leon memerintahkan semua orang-orang kepercayaannya untuk menyebar mencari keberadaan William, sementara dirinya hendak memastikan keadaan Elvina.


Leon mempercepat laju mobilnya. Ia berhenti begitu tiba di rumah kediaman Elvina.


Aku harap dia ada di dalam, batinnya sambil keluar dari dalam mobil.


Tiba di luar, ia dikejutkan dengan pemandangan tidak biasa.


Isyana berdiri di depan pintu sambil menggedor-gedor pintunya dan berteriak memanggil Elvina dan Rei.


"Maaf, anda siapa?" tanya Leon begitu ia menghampirinya.


"Ada perlu apa anda kemari? Apakah anda kenal dengan Elvina?" tanya Leon dengan wajah bingung.


"Aku adalah tantenya Elvina. Aku kemari untuk menanyakan tentang Rei. Sejak kemarin, dia tidak pulang, dan aku ingin tahu apakah dia tahu tentang Rei atau tidak…"


"…Aku sudah menghubungi Rei, tapi tidak ada jawaban. Begitu juga dengan Elvina, dia sama sekali tidak menjawab," jelas Isyana dengan wajah panik.


"Elvina juga tidak mengangkat telponnya? Astaga… kalau begitu, dia kemana? Dia membuatku cemas saja," gumam Leon dengan wajah yang semakin panik. Hatinya semakin terasa tidak tenang.


"Omong-omong kau ini siapa? Kenapa kau ada di sini?"


"Saya adalah kekasihnya Elvina. Nama saya Leon, tante." Leon mengulurkan tangan. Berjabat tangan dengan Isyana.


"Aku tantenya Elvina, Isyana." Wanita itu memperkenalkan.


"Tapi kau kemari, apakah itu artinya ada masalah juga dengan Elvina? Apakah dia tidak masuk kerja?"


"Tidak. Maka dari itu, saya cemas dan berusaha untuk menghubunginya. Tapi tidak ada jawaban sama sekali, bahkan nomornya tidak aktif. Akhirnya saya memutuskan untuk datang kemari."


"Astaga, kalau Elvina juga tidak ada, lalu kemana mereka? Kenapa tidak bisa aku hubungi?" Isyana semakin cemas dibuatnya.


"Apakah tante tahu kemana saja Elvina dan Rei pergi kalau sedang tidak di rumah? Mungkin saja mereka di sana."


"Kalau Rei tidak di rumah, biasanya dia akan pergi menemui Elvina dan William. Kalau tidak di rumah Elvina, mereka biasanya di jembatan tempat, atau taman."


"Kalau begitu, bisa saja mereka di sana."


"Kau benar. Kalau begitu aku akan pergi mengecek ke sana."


"Begini saja, tan. Tante coba hubungi orang-orang yang dekat dengan Elvina atau Rei, siapa tahu salah satu di antara mereka ada yang tahu dimana Elvina tau Rei berada. Dan saya akan bantu mencari ke tempat-tempat yang tante maksud tadi."


"Ide yang bagus. Kalau begitu akan kuhubungi sekarang juga."


...***...