Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 577 - Tahanan, R31



...***...


"Dengan kata lain, profesor tidak mengambilnya lagi setelah kau terkendali. Profesor sepertinya berpikir kalau kau tidak membutuhkan obat ini lagi."


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku sudah tidak tahan lagi…"


"Yang harus kita lakukan pertama kali adalah mengecek siapa orang yang memproduksi obat ini. Kalau ini bukan obat yang dibuat oleh profesor, maka itu artinya mungkin si pembuatnya bisa membantu kita!" Melinda menghampiri meja yang ada di sana. Ia menekan tombol yang ada hingga layar hologram tampil dihadapannya.


Melinda segera memeriksa obat yang mereka cari.


"Ketemu!" Melinda tersenyum tipis. Ia akhirnya menemukan obat yang dicarinya.


"Ternyata dugaanku benar. Obat yang kau gunakan selama ini bukanlah dibuat oleh profesor, melainkan oleh orang lain. Namanya Derek Apollo, dia tinggal di London—Inggris, dan hidup di tahun 2535. Tidak ada cara lain, kita harus ke sana!"


Melinda menarik tangan Andrich keluar dari dalam ruangan tersebut. Ia harus membawa Andrich ke tempat yang ditujunya. Hanya itu satu-satunya cara yang bisa mereka gunakan untuk mendapatkan obat penawar yang mereka cari.



...*...


"Elvina!"


"Will! Akhirnya kau kembali. Aku sudah mencarimu sejak tadi."


"Aku menelusuri sepanjang hutan."


"Lalu bagaimana? Kau menemukannya?"


"Tidak ada. Tapi aku malah bertemu dengan Luna dan yang lainnya."


"Apa? Luna?"


"Iya. Kau ingat evolver yang kita temui di hutan di pulau seberang? Aku bertemu dengan mereka di sini!"


"Aku tahu Luna yang kau maksud. Tapi apakah kau benar-benar bertemu dengannya?"


"Iya. Ikut aku! Kita bisa meminta bantuan mereka untuk membantu kita mencari Rei!"


"Ide bagus. Ayo kita temui mereka!"


...*...


Prang!!


Pecahan kaca berserakan di lantai. Lucy dan Aland melompat masuk ke dalam ruangan itu dan mendarat dengan selamat.


Arleta beralih fokus ke arah datangnya suara, dan ia terkejut bukan main ketika menyadari mereka ada di sana.


"Kau… bagaimana kalian bisa menemukan tempat ini?" Arleta tak bisa berkata-kata.


"Rei!" Lucy segera menghampiri ranjang tempat Rei terbaring, tapi Arleta tak membiarkannya. Dengan kekuatannya, ia mendorong ranjang itu hingga membuatnya terdorong sampai ke dinding.


Rei di atasnya ikut bergerak dengan ranjang tersebut.


Lucy dan Aland menoleh ke arah wanita itu.


"Biarkan dia pergi! Lepaskan dia!" teriak Aland dengan wajah kesal.


"Ternyata kalian bicara dengan bahasa Inggris?" Arleta terkekeh pelan. Ia merasa konyol bicara dengan bahasa Indonesia dengan dua orang yang bahkan tidak mengerti sama sekali dengan kata-katanya.


"Apa yang kau inginkan, kenapa kau membawa Rei?!" Lucy menatap wanita itu dengan sinis.


"Apa yang aku inginkan? R31 adalah tahanan yang melarikan diri satu tahun yang lalu. Maka dari itu aku menangkapnya. Lagipula kalian ini siapa?!" Ekspresi Arleta berubah serius. Wanita itu balas dengan berbicara bahasa Inggris.


"R31? Tahanan?" Lucy mengerutkan kening. "Kau pikir dia penjahat? Beraninya kau bicara seperti itu tentang dia!"


"Terserah kalian mau bilang apa. Yang pasti, aku membawanya karena profesor masih harus menyempurnakannya! Agar dia sama seperti kami!"


Lucy mengepalkan tangannya.


"Kalau kau tidak mau membebaskannya, maka biar kami saja yang bebaskan!" Lucy berlari menuju arah Rei.


Wusshh…


Tiba-tiba saja Arleta menyerangnya. Mendorong tubuh Lucy hingga terpental.


...***...