Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 443 - Sret!



...***...


Memang sudah sejak lama. Sejak pertemuan pertamanya dengan Rei, Melinda ingin merasakan tubuh Rei menari di atas tubuhnya. Menggagahinya dengan penuh gairah dan nafsu.


Namun, Rei adalah pria yang sulit untuk digoda walaupun ia sudah mencobanya berulang kali. Hasilnya terus saja gagal. Dan ini adalah satu-satunya kesempatan yang ia miliki untuk mencoba miliknya.


"Lepaskan aku!" Rei terus berteriak dan memberontak. Ia berusaha membebaskan dirinya dari Melinda yang terus berusaha menikmati tubuhnya.


Wanita itu tampak sangat bernafsu. Gairahnya meningkatkan dua kali lipat dari sebelumnya, terlebih setelah permainan dengan Andrich berakhir di tengah jalan. Melinda butuh dipuaskan.


"Jangan berisik sayang, nanti orang-orang bisa dengar." Melinda mengusap wajah Rei. Ia kemudian mencari sesuatu untuk menyumpal mulutnya. Hingga ia menemukan kaos kaki. Menggulungnya dan menyumpalkannya ke dalam mulut Rei, agar pria itu tak bisa berteriak.


Ruang UKS sudah dikuncinya rapat-rapat supaya tidak ada orang yang tiba-tiba menerobos masuk saat ia sibuk bercinta dengan Rei.



Melinda menghiraukan Rei yang terus memberontak. Seberapa keras pun lelaki itu bergerak, tidak akan mampu lepas dari ikatan yang sudah ia kencangkan. Apalagi, Melinda tidak hanya menggunakan dasi sebagai pengikat tangannya, tapi juga ikat pinggang miliknya.


Melinda kembali menciumi tubuhnya. Menikmati setiap lekuk otot yang begitu sempurna.


Ciumannya terus bergerak turun hingga mencapai pusarnya. Ia berhenti sejenak, menatap gundukan yang masih berbalutkan celana panjangnya.


Melinda menelan ludah. Bisa dipastikan Rei memiliki ukuran yang sama dengan Andrich. Melinda yakin itu. Apalagi tubuh mereka sama indahnya, pun wajah mereka sama tampannya.


Melinda mengulurkan tangan, menyentuh benda itu. Membenahi posisinya, dan memastikan benda itu tegang.


Rei tersentak dengan apa yang baru saja ia lakukan.


Rei panik. Ia baru saja akan dilecehkan oleh seorang wanita yang benar-benar menginginkan tubuhnya.


Ia kembali memberontak. Kali ini lebih hebat. Tapi, Melinda menggenggam miliknya erat hingga membuat Rei semakin merasa risih.


Sudah kuduga. Ukurannya benar-benar besar, batin Melinda yang makin merasakan libidonya meningkat.


Sret!


Melinda menurunkan resleting celananya, membuat Rei makin tersentak.


Hentikan! Jauhkan tanganmu, dasar brengsek! Rei naik pitam. Ia kesal bukan main, terlebih dengan perlakuan Melinda pada tubuhnya.


"Jangan banyak bergerak. Lebih baik kau nikmati saja permainanku," kata Melinda yang kembali fokus.


Rei memejamkan mata.


Louis, batinnya. Memanggil satu-satunya orang yang bisa membantunya.


Louis muncul. Ia membulatkan mata saat melihat apa yang sedang dilakukan oleh Melinda.


Raut wajahnya berubah merah. Bersamaan dengan itu, emosi seketika memuncak dalam dirinya.


Louis, bantu aku, kata Rei, begitu merasa kalau lelaki itu telah muncul dihadapannya.


Tanpa perlu di dikte, Louis mengerjap hingga irisnya berubah.


Brukk!


Dalam satu kali gerakan matanya, Melinda langsung terhempas jauh hingga membentur dinding.


Rei terdiam saat mendengar suara seseorang yang menabrak dinding dengan sangat kencang.


Louis? Rei berusaha memastikan yang barusan itu Louis.


...***...