
...***...
Lucy dan Aland melangkah keluar dari kamar Joe setelah memastikan keadaan aman.
"Dari penjelasan Rei sebelumnya, Joe menyekap Elvina dan William di lantai bawah. Itu artinya kita hanya harus turun dan membebaskan mereka tanpa ketahuan oleh Joe." Lucy berjalan mengendap-endap menuju arah lantai bawah dengan Aland yang berjalan mengekor dari arah belakang.
Tiba di lantai bawah, mereka segera berpencar agar bisa lebih cepat menemukan keberadaan Elvina dan William.
...*...
Brukk!
Pria itu menjatuhkan tubuh Derek yang tak sadarkan diri di lantai. Fokus semua orang langsung tertuju padanya yang baru saja tiba.
Profesor tersenyum simpul melihat Derek yang terkapar di lantai.
"Bagaimana dengan Joe? Apakah sudah ada kabar darinya mengenai Elvina dan William?" Tuannya datang dari arah pintu masuk.
"Joe sudah berhasil menangkap Elvina dan William. Namun, dua tidak bisa dikendalikan." Profesor menghampiri Derek yang terkapar.
"Apa maksudmu dengan tidak terkendali?"
"Dia mulai melawan perintah. Aku sudah menghubunginya guna meminta dia untuk segera mengantarkan Elvina dan William kemari. Tapi yang terjadi, dia malah menginginkan agar kita tidak menghukum Derek atas apa yang telah diperbuatnya."
"Apa?! Jadi dia belum mengantarkannya kemari?"
"Belum. Tapi segera, aku memiliki rencana untuk memancingnya kemari."
"Apa rencanamu?"
"Dengan memanfaatkan adiknya." Profesor menyeringai. Menatap Derek lekat.
"Ron!" panggilnya kemudian.
"Ya, prof…" Pria yang sejak tadi berdiri dihadapannya itu menjawab.
"Siapkan timmu, dan segera pergi untuk menangkap Joe."
"Baik, prof." Pria itu membungkuk sebelum kemudian berbalik meninggalkan ruang laboratorium.
"Evolab035!"
"Ya, prof?"
"Baik, prof." Evolab035 segera mengerjakan apa yang telah di perintahkan profesor padanya.
...*...
"Elvina!" Lucy tersenyum simpul saat pada akhirnya ia berhasil menemukan keberadaan Elvina yang di sekap di dalam salah satu kamar di tempat Joe.
"Liana." Elvina segera bangun dan menghampirinya.
"Kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja," sahut Elvina.
"Syukurlah. Ayo pergi dari sini." Lucy menarik tangan Elvina dan membawanya pergi menuju pintu belakang.
Di pintu belakang itu, Rei sudah menunggu mereka sejak tadi.
Di sisi lain, sementara Elvina dan Lucy pergi ke pintu belakang, beda halnya dengan Aland yang kini berusaha mencari keberadaan William.
"Al, aku sudah berhasil menemukan Elvina dan kami sekarang menuju pintu belakang." Lucy berucap di seberang sana.
"Okay, aku akan segera menyusul begitu aku berhasil menyelamatkan William."
Aland melanjutkan langkahnya mencari keberadaan William yang kini sedang berada di ruang dapur.
Aland menghampirinya secara diam-diam agar tidak membuat kegaduhan yang dapat menyita perhatian Joe yang sekarang entah dimana.
Aland mendekat ke arah William dan menepuk pelan pundaknya. Hal itu spontan membuat William tersentak dan membatu seketika. Ia menoleh perlahan ke belakang dan mendapati Aland yang berdiri di belakangnya.
"Ssttt…" Aland menaruh telunjuknya di depan bibir.
"Bagaimana caranya kalian masuk?" bisik William.
Aland hanya memang tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan, tapi melihat dari gesture tangannya, ia dapat menyimpulkan apa yang coba di sampaikan William padanya.
Aland menunjuk ke arah langit-langit.
"Lantai atas," katanya dalam bahasa Inggris. "Ayo pergi!" Aland berbalik dengan diikuti oleh William di belakangnya.
Mereka berjalan menuju belakang.
...***...