
...***...
Dalam hitungan ketiga, wanita itu melemparkan dua bola di tangannya tadi ke arah Joe dan beberapa evolver yang berusaha menangkapnya. Begitu benda itu dilempar, kepulan asap tebal seketika membuat pandangan mereka terhalang.
Elvina segera menciptakan perisai medan gaya berbentuk gelembung dengan sisa tenaganya, William bergerak mendorong perisai itu dan membawa mereka bertiga melewati evolver penjaga di sisi kiri.
Joe dan beberapa evolver tadi terbatuk-batuk dibuatnya. Mereka mengibas-ngibaskan tangan mereka berusaha menghilangkan asap tebal yang menutupi pandangan mereka.
Mereka dibuat terkejut saat melihat Elvina dan yang lainnya sudah hilang dari pandan mereka.
"Sial!" umpat Joe yang segera berlari bersama dengan beberapa evolver tadi.
William mendorong bola tersebut hingga mereka berhasil tiba di pintu keluar. Beruntung evolver penjaga yang sempat berjaga di sana tengah sibuk bergelut dengan asap yang diciptakan wanita yang kini lari bersama mereka.
Elvina, William dan wanita tersebut berhasil tiba di luar. Di sana, mereka tidak sempat beristirahat sama sekali karena evolver penjaga yang lain mulai berlari menuju arah mereka.
"There!" Wanita itu menunjuk ke arah dimana jalanan yang agak kosong.
William segera memacu langkahnya menuju tempat yang dimaksud. Mereka berlari menuju arah dimana semak-semak belukar tumbuh. Tetapi langkah ketiganya spontan berhenti bersamaan dengan Elvina yang kehabisan energi.
Ketiganya berhenti dengan raut wajah terkejut, mata mereka menatap ke arah bawah dimana jurang tinggi berada.
Mereka berbalik bersamaan saat sadar evolver yang berusaha menangkap mereka sudah berada tak jauh dari posisi mereka berdiri.
"Kalian takkan mampu lari lagi," ucap satu evolver seraya tersenyum tipis melihat ekspresi mereka yang begitu terkejut.
Sial, apa yang harus kita lakukan? Sudah sejauh ini. Tidak mungkin kita tertangkap mereka dan kembali ke dalam sana, batin Elvina. Ia berusaha mengatur napasnya, begitu juga dengan William yang berusaha mengatur rasa panik yang melandanya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Tidak mungkin kita lompat, kan?" bisik William.
Elvina hanya diam dan menatap tajam ke arah evolver yang mulai melangkah secara perlahan menuju mereka. Sedikit lagi saja Elvina, William, dan wanita itu, melangkah mundur, maka mereka akan jatuh ke jurang di belakang mereka.
Elvina mulai panik. Sama paniknya dengan William. Di samping mereka, wanita itu justru tampak begitu tenang menghadapi situasi ini. Ia terdiam tanpa bersuara. Matanya menatap ke belakang dimana jurang itu berada.
Tangan wanita itu kembali merogoh tas yang melingkar di pinggangnya, ia mengeluarkan satu bola kecil yang sama seperti yang tadi, namun tampaknya hanya tersisa satu lagi.
"I have a plan," katanya pelan. Ia memandang Elvina dan William bergantian untuk sejenak sebelum kemudian melangkah menengahi Elvina dan William.
Ia lalu melemparkan bola kecil di tangannya ke arah mereka. Kepulan asap kembali terlihat menutupi pandangan para evolver. Wanita itu segera mengeluarkan sesuatu, menarik tubuh Elvina dan William hingga dapat tepat ke tubuhnya. Sebelah tangannya menembakkan sebuah alat yang langsung melontarkan tali hingga terikat di salah satu pohon di bawah mereka.
"Hold on!" teriaknya menginterupsi, Elvina dan William mengeratkan pegangan mereka. Mereka segera meluncur turun ke bawah jurang sana secara berbarengan.
...***...