Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 400 - Wanita murahan



...***...


"Kita akan kemana sebenarnya?" tanya Aland yang tidak mengerti kenapa Lucy memintanya untuk berganti pakaian ketika mereka hendak pergi makan malam.


"Kita akan makan malam di rumah seseorang yang sangat istimewa bagiku," kata Lucy sambil tersenyum.


Aland terdiam sejenak. Ia beralih dari cermin dihadapannya, menoleh pada Lucy yang baru saja berucap.


"Maksudmu lelaki tampan di internet yang kau cari?"


"Huh? Kau melihatnya?"


"Tentu saja, kau meninggalkan laptop begitu saja, dan aku melihatnya."


"Oh, begitu rupanya," sahut Lucy santai.


Aland menghampiri Lucy dan berdiri di belakang wanita yang mengenakan gaun pendek di atas lutut berwarna biru muda itu.


"Siapa dia? Apakah begitu mudahnya hatimu berpaling pada pria lain?" Aland menatapnya lekat.



Lucy menoleh dengan wajah memerah menahan kesal. Apa dia bilang tadi? Apakah Aland berusaha mengatakan kalau dia adalah wanita murahan secara tidak langsung?


"Maksudmu aku adalah wanita murahan, begitu?" kesalnya. Aland tertegun, ia tidak bermaksud berbicara seperti itu.


"T… tidak, maksudku bukan begitu."


"Kau baru saja mengatakan kalau aku adalah wanita yang mudah berpaling pada pria lain. Bukankah itu secara tidak langsung kau mengataiku sebagai wanita murahan?"


"Aku tidak menyangka kalau kau akan berpikir begitu tentangku. Padahal kita pernah berpacaran, dan saat kita berpacaran dulu, aku tidak pernah berpaling pada pria lain. Padahal kalau aku memang seperti yang kau tuduhkan padaku, bisa saja saat kita berhubungan dulu, aku berpaling pada Daniel. Tapi kau tahu sendiri apa yang aku lakukan 'kan? Aku tetap mencintaimu tanpa berpaling pada pria lain, walau aku tahu cinta yang Daniel miliki terhadapku lebih besar dari cintamu. Namun apa yang kau tuduhkan barusan benar-benar sudah melukai perasaanku! Teganya kau mengataiku sebagai wanita murahan!" Lucy terlampau emosi.


Kedua matanya berkaca-kaca, ia memalingkan wajahnya ke arah lain dan enggan untuk beradu tatap dengannya.


"Tidak, Lou. Bukan begitu maksudku. Dengarkan penjelasanku dulu."


"Tidak ada yang perlu kau jelaskan. Sudahlah, lebih baik kita berangkat. Aku tidak ingin membuat mereka menunggu lama." Lucy meraih tas selempang kecilnya, dan segera berjalan menuju pintu keluar.


Aland berlari mengejar Lucy dan berusaha menjelaskan maksud dari perkataannya.


"Aku sungguh tidak bermaksud berbicara seperti itu. Aku hanya tidak menyangka kalau kau akan begitu mudahnya suka pada pria lain, terlebih pria itu kau lihat dari internet? Lou, kau sudah cukup membuatku sakit hati dengan kau meninggalkanku dan memutuskan hubungan di saat pernikahan kita, apakah kau akan melakukan hal yang sama pada Felix?" Aland mencengkram pergelangan tangannya.


Lucy berhenti dan menatap Aland dengan mata berkaca-kaca.


"Dengar! Kau tidak tahu apa-apa, jadi lebih baik kau diam. Kau akan tahu yang sebenarnya setelah kita tiba di sana! Aku tidak akan menjelaskan apa-apa hingga kita tiba dan kau mendengar secara langsung apa yang mereka ucapkan!" tukasnya.


Lucy menghempas tangan Aland dan berlalu meninggalkannya jauh di belakang. Ia menyeka air mata yang baru saja mengalir membasahi kedua pipinya.


Aland menghela napas panjang. Ia tidak menyangka kalau ucapannya akan membuat kesalahpahaman seperti ini.


Bergegas Aland menyusul Lucy.


Tiba di halaman depan hotel, Lucy segera mencari taksi kosong dan masuk bersama Aland disampingnya.


...***...