Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 351 - Thorny bites



...***...


Sekelompok lelaki itu menarik tubuh Lucy dengan cukup kasar. Lucy yang sadar spontan mendorong beberapa di antara mereka, melompat tinggi dan melakukan salto hingga tubuhnya mendarat cukup jauh dari mereka semua.


Orang-orang itu tersentak kaget begitu melihat perlawanan Lucy yang sampai membuat dirinya lepas dari cengkraman.


Lucy bergerak, bergegas ia berlari berupaya menyelamatkan diri. Sekelompok lelaki itu adalah lelaki yang selama ini berusaha menangkap mereka, bahkan semenjak satu tahun yang lalu.


"Kejar!" teriak pimpinan mereka dalam bahasa Inggris. Semua penjaga berlari mengejar Lucy.


Lucy berlari sekuat tenaga. Kakinya sedikit pincang akibat luka yang ia dapatkan atas kecelakaan yang baru saja terjadi.


Aku tidak boleh sampai tertangkap. Sial! Kenapa aku harus bertemu dengan mereka lagi? batin Lucy sambil terus berlari menuju belokan. Melarikan diri menuju jalan tikus agar mereka tak bisa menangkap mereka.



Salah satu evolver berhenti, ia mengangkat tangannya ke arah Lucy. Bersamaan dengan itu, beberapa alat berbahan logam yang terpasang di tubuh Lucy seketika bergetar. Bergerak menyeret tubuhnya menuju lelaki itu.


Lucy tak tinggal diam saat dia menarik dirinya dengan kemampuan yang ia miliki.


Lucy melepaskan seluruh alat berbahan logam di tubuhnya hingga membuat lelaki itu seketika tersungkur akibat hantaman dari benda-benda yang Lucy lepaskan dari tubuhnya.


Lucy melanjutkan langkahnya. Berlari sekuat tenaga. Orang-orang di belakangnya masih berusaha menangkap dirinya.


Beberapa di antara evolver itu menyerang Lucy dengan kemampuannya.


Lucy tak tinggal diam. Sesekali ia menembak mereka dengan thorny bites miliknya. Beruntung thorny bites miliknya bukanlah benda berbahan logam, jadi masih terpasang dengan rapi di kedua pergelangan tangannya.


Dorr! Dorr! Dorr!


Lucy menembak mereka berulang kali. Sialnya mereka berhasil menangkis setiap serangan yang dilayangkannya.


Lucy kembali berlari, sesekali ia menembak mereka dengan thorny bites nya.


Di sisi lain, sekelompok lelaki itu terus berusaha menangkapnya. Menembak Lucy dengan kemampuannya berulang kali, sialnya wanita itu berhasil menghindari setiap serangan mereka.


Aku tidak boleh seperti ini, kalau aku terus berlari, mereka akan dengan mudah menangkapku, pikir Lucy.


Kepalanya mulai mendongak menatap setiap jalan yang dilewatinya.


Lucy mengarahkan thorny bites nya ke arah beberapa beranda di gedung-gedung yang ia lewati. Menekan tombol yang ada di sana hingga tali dengan pengait terlontar keluar dari lubang yang ada di sana.


Lucy berayun dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam sekejap jaraknya dengan para lelaki itu semakin jauh.


Sebenarnya apa yang mereka inginkan dariku? Kenapa mereka terus mengejarku? batinnya sembari mempercepat langkahnya.


Lucy meringis, luka-lukanya semakin terasa sakit setelah ia berlari cukup lama. Bersamaan dengan itu, ia mulai kehabisan tenaga akibat darah yang tak berhenti mengucur.


Langkah Lucy semakin terasa berat, terasa lemas sampai ia tak kuat untuk berlari lagi.


"Di sana!" Sekelompok lelaki itu kembali berteriak. Lucy menoleh.


...***...