Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 748 - Memutus sinyal perintah



...***...


Derek menggunakan kekuatannya, membantu Elvina menyerang mereka. Berkat bantuannya, Elvina berhasil terbebas dari mereka. Namun hal itu tak lantas membuat pertarungan berakhir. Para penjaga terus bergerak mengepung mereka tiada henti. Hal itu tanpa sadar membuat Rei dan yang lainnya terpojokkan bahkan sampai mereka tiba di dekat Dorothy dan Luna berada.


Sekarang hanya tersisa, Rei, Elvina, William, Derek, Dorothy, Lucy, Aland, Amanda, dan Luna. Sementara teman-teman mereka yang lain telah tewas dalam pertempuran.



"Semakin lama kita bertarung dengan mereka, maka kita akan semakin kehabisan energi. Kita tidak bisa terus seperti ini..." gumam Elvina yang bisa di dengar jelas oleh yang lainnya.


"Kau benar. Dan kalau kita terus mengulur waktu, maka itu yang justru akan mencelakakan kita semua." Derek menimpali.


"Apa yang harus kita lakukan? Jumlah mereka terus bertambah sementara kita sama sekali tidak kuat melawan mereka..." William resah.


"Aku tahu. Dengan jumlah kita yang semakin sedikit, kita semakin lemah. Sementara Joe, mereka berhasil mengendalikannya. Kalau Joe bisa tetap berada di pihak kita, setidaknya itu akan membantu walaupun hanya sedikit."


"Tapi bagaimana caranya kita bisa membuat Joe berada di pihak kita lagi sementara mereka sudah mengendalikannya?"


"Sepertinya aku tahu bagaimana caranya..." kata Derek.


"Kau lihat mereka kan? Profesor Martin menggunakan gadis itu sebagai pengontrol evolver lain. Dengan kata lain, gadis itu adalah remote kontrol jarak jauh untuk mengendalikan semua evolver. Dia bahkan bisa memanggil evolver dari dimensi yang berbeda. Kalau kita bisa melumpuhkannya, maka kita akan bisa menghancurkan sinyal perintah yang terkirim ke otak mereka!"


"Maksudmu... Aku harus menyerang kekasihku sendiri?" Rei terdiam mendengar ucapan Derek barusan. Rasanya sulit kalau dia harus berhadapan dengan kekasihnya sendiri. Walaupun Lusia sekarang berada dalam pengaruh Martin, namun dia tetap saja adalah kekasihnya dan tidak mungkin dia melukai kekasihnya sendiri. "Aku tidak akan bisa melakukannya..."


"Kau tidak punya pilihan Rei! Kalau kau ingin kita menang, maka kau harus melakukannya. Kalau kau tidak mau, biar aku yang melakukannya. Mereka sudah membunuh teman-teman yang sudah seperti keluargaku sendiri. Tidak mungkin aku diam saja!" Luna mengepalkan kedua tangannya. Rei bisa melihat emosi di wajah wanita itu. Tampak jelas bahwa dia sangat ingin membalas atas kematian teman-temannya yang terbunuh. Begitu juga dengan Dorothy. Namun wanita itu sama sekali tak berkomentar apa-apa dan hanya bisa diam sambil memendam amarahnya.


"Kalau apa yang kau katakan itu benar, maka biarkan aku saja yang melakukannya!" ujar Rei. Dia tidak mungkin bisa melihat kekasihnya dilukai oleh orang lain. "Tapi aku tidak mungkin bisa menghadapinya sendiri. Para penjaga pasti akan berusaha menghadang ku, dan profesor juga tidak mungkin tinggal diam saja kan?"


"Kami akan melindungimu untuk bisa menerobos. Gunakan kesempatannya dengan baik!" tukas Derek.


"Baiklah." Rei meminta Louis untuk membantunya. Lelaki itu sejak tadi memang sudah sangat membantunya. Namun kali ini Rei ingin dia membantu melindunginya agar dia bisa menerobos para penjaga dan bisa mencapai tempat dimana Lusia dan Martin berada.


Louis mengiyakan permintaannya. Setelah menjelaskan rencana mereka pada Lucy dan yang lainnya, mereka lantas bergerak sesuai dengan rencana. Mereka berusaha melindungi Rei.


...***...