Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 688 - Lusia kembali



...***...


Hari berganti. Pagi-pagi sekali, ketika Dorothy sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kedua putranya secara tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah. Dorothy yang mendengar itu lantas beralih fokus, begitu juga dengan Joe dan Derek yang menemaninya kala itu. Mereka segera pergi menghampiri pintu depan. Namun belum sempat mereka tiba di sana, pintu sudah lebih dulu di buka dari arah luar, dan seorang lelaki melangkah masuk.


"Papa!" Joe dan Derek berlari menghampiri Cato yang baru saja tiba. Seolah tidak terjadi apa-apa, Cato hanya tersenyum sambil merentangkan tangannya. Memeluk kedua putranya. "Hai, sayang. Bagaimana kabar kalian?"


"Kami sangat rindu, papa.." Derek memeluk lelaki itu erat, tak kalah eratnya dengan Joe. Sementara kedua putranya senang, beda halnya dengan Dorothy yang justru terkejut mendapati lelaki itu kembali setelah beberapa Minggu tidak pulang. Bahkan dia terkejut Cato masih memiliki keberanian untuk menemui kedua anaknya, dan menginjakkan kedua kakinya di rumah ini.


"Kalian tahu? Papa tidak sendirian. Ada seseorang yang tidak sengaja papa temui di depan rumah."


"Benarkah? Siapa?" Joe dan Derek menatapnya dengan wajah penasaran. Cato beranjak, memberikan jalan agar mereka bisa melihat siapa yang ada di belakangnya. Dan begitu melihat siapa yang datang, semua orang terkejut.


"LUSIA!" Meredith yang baru saja turun, langsung berlari ke arah anak kecil itu bersama suaminya. Memeluknya erat sambil menangis tersedu-sedu. Mereka begitu senang saat akhirnya melihat putri mereka kembali bersama dengan dua orang kepolisian London yang mengantarkan mereka.



Dorothy terpaku di tempatnya. Matanya membelalak sempurna, sementara mulutnya bungkam. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Lusia. Anak itu masih hidup dan bahkan dia datang bersama Cato dan beberapa polisi. Tapi bagaimana bisa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan dalam benaknya. Dorothy sungguh tidak mengerti bagaimana anak itu masih bisa hidup, padahal dia jelas-jelas melihatnya sudah meninggal hari itu.


Sepanjang sesi sarapan, Dorothy sama sekali tak banyak bereaksi. Dia hanya diam sambil memandangi anak yang benar-benar mirip dengan Lusia. Bahkan dia memiliki cara makan, dan sikap yang seratus persen mirip dengannya. Rasanya bagaikan semua mimpi. Sangat sulit untuk Dorothy bisa percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Selesai sarapan, Dorothy mengajak Cato untuk berbicara di dalam kamar mereka. Lelaki itu hanya bisa tersenyum mendengar ajakannya. Dia sejak tadi bahkan sangat menikmati keterkejutan istrinya saat melihat Lusia datang bersama dengan dua orang polisi. Tiba di dalam kamar, Dorothy langsung mengunci pintu dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kau mengajakku bicara karena ingin menanyakan apa yang terjadi kan?" ujar Cato.


"Kau benar. Bagaimana bisa? Bukankah dia sudah meninggal?"


"Tidak, aku berhasil menyelamatkannya."


"Apa? Tidak mungkin. Bagaimana kau bisa menyelamatkannya, padahal sudah jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa anak itu sudah meninggal!"


"Aku menggunakan segala cara untuk bisa menghidupkannya kembali, dan kau lihat kan? Dia hidup. Itu tandanya, kau sudah tidak memiliki alasan lagi untuk marah padaku. Kau juga tidak memiliki alasan untuk menceraikanku."


...***...