Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 234 - Kloning



...***...


"Ha… haha…" William mendadak tertawa walaupun terdengar bahwa ia sedang sangat berusaha menahan rasa sakitnya.


"Lihat, ternyata dia masih bisa tertawa padahal nasibnya sudah berada di tangan kita." Satu evolver berucap.


"Biarkan dia tertawa sepuasnya untuk yang terakhir kalinya, karena setelah ini. Dia akan berakhir di tangan kita. Kota bawa dia kembali ke profesor." Yang paling depan berujar.


"Te… ternyata kalian semua benar-benar pengecut, kalian bahkan melawan anak SMP sepertiku tanpa ampun sama sekali," tuturnya.


"Ampun?" Satu yang paling terdepan mengulang ucapannya. Ia bergerak menghampiri William dan berdiri tepat dihadapannya.


William beradu pandang dengan pria itu. Ia menatapnya tajam bak burung elang.


Mendadak tanpa aba-aba lebih dulu, lelaki itu menendang William tepat di arah dagunya sampai membuat William kembali terkapar di tanah.


"Kami tidak diajarkan untuk memberikan ampun. Yang profesor dan tuan ajarkan hanyalah bagaimana caranya untuk menundukkan evolver seperti kalian!" tukasnya dingin.


Pandangan William mulai mengabur. Tendangan pria itu sangat kuat sampai-sampai membuatnya seakan merasa patah tulang.


"Sekarang, sudah waktunya kau ikut dengan kami!"


T… tidak! Aku tidak boleh tertangkap sekarang. A… aku tidak boleh kalah. Aku harus bisa mengalahkan mereka dan lari… a… aku harus bisa melawan… William bersusah untuk menggerakkan tubuhnya, sayang baginya karena tak bisa bergerak sama sekali. Ia sudah benar-benar tidak berdaya untuk menghadapi mereka semua.


Rei… tolong aku.



...*...


Rei terbang rendah hingga tiba di salah satu rooftop yang tak jauh dari tempatnya berada. Beruntung tak ada yang sadar akan kehadirannya di sana.


Ia baru saja melihat William yang terluka parah dan nyaris di bawa oleh mereka.


"Aku harus berpikir cepat. Bagaimana caranya agar aku bisa membantu mereka secara bersamaan?" Rei bingung bukan kepalang.


Ia diam sejenak dengan otak yang terus berputar mencari cara agar bisa membantu kedua sepupunya yang dalam keadaan darurat secara bersamaan.


Ia memejamkan matanya, menarik napasnya berulang kali hingga mulai merasa tenang sedikit demi sedikit.


Perlahan tanpa sadar, Rei memusatkan seluruh energinya pada satu titik.


Ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda yang terjadi pada dirinya.


Tanpa ia sadari, tubuhnya bergerak. Bagaikan sebuah cairan yang saling terpisah, tubuh Rei mendadak terbelah hingga menciptakan kloning dirinya yang lain.


Rei membuka kedua matanya, ia dibuat terkejut oleh kehadiran sosok dirinya yang lain.


"K… kau siapa?" Rei menunjuk dirinya sendiri dengan wajah terkejut. Ia benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Rasanya seperti berada di depan sebuah cermin yang menampakkan dirinya sendiri.


"Aku adalah dirimu," jawab yang satunya. Rei melongok.


"Tapi, bagaimana bisa…"


"Itu tidak penting untuk sekarang, bukankah kita harus membantu Elvina dan William? Aku akan membantumu." Kloningnya mengingatkan.


"K… kau benar, ini tidak penting untuk sekarang. Kalau begitu bantu aku."


"Aku akan selalu membantumu."


"Kau pergi dan bantu Elvina, aku akan pergi membantu William."


"Baiklah."


"Setelah itu, kita kembali bertemu di sini sebelum Lusia sadar."


Kloningnya mengangguk pertanda mengerti. Rei bergegas pergi dari sana. Ia berpisah dengan dirinya sendiri yang kini terbang menuju arah yang berbeda.


Aku akan membantu kalian, batin Rei.


...***...