
...***...
"Kendalikan dirimu!" ucap profesor seraya menepuk pundaknya pelan. Elvina tak mendengar suaranya. Matanya mulai berubah putih, tubuhnya perlahan terangkat dari lantai hingga setinggi setengah meter.
"Kekuatannya tidak terkendali. Aku harus memikirkan cara untuk bisa menghentikannya," gumam profesor. Ia segera meraih sesuatu dari balik jas dokternya. Jarum suntik yang masih baru. Ia segera membuka penutupnya, meraih satu serum yang berada dalam botol kaca kecil di dekatnya. Warna serum itu berwarna hijau menyala. Ia menusuk tutup botolnya yang terbuat dari karet lalu dengan cepat menarik isinya agar naik ke dalam isi suntikannya.
Profesor segera meraih kaki Elvina, menariknya cepat hingga tubuh Elvina yang mengambang kembali turun. Profesor segera menyuntikkan serum dalam menggenggamnya ke arah tengkuk Elvina yang dalam seketika membuatnya terkulai lemas dan keadaan kembali seperti semula.
Elvina jatuh terduduk di lantai. Iris matanya kembali seperti sebelumnya. Napasnya terengah-engah dengan tangan gemetar dan tubuh yang lemas.
"Ini sebabnya aku belum membiarkanmu keluar dari laboratorium," gumam profesor yang lantas membuang suntikan tadi ke tabung kecil yang bentuknya mirip seperti tong sampah. Dalam satu kali lemparan, benda itu langsung hilang dan lenyap tanpa jejak.
Apa yang terjadi denganku, tadi? Apa itu? Kenapa bisa seperti itu? Apakah ini adalah efek dari evolusi yang dia maksud? pikir Elvina. Elvina mendongak, ia menatap tajam ke arah laki-laki tua yang telah membuatnya berubah seperti ini. Belum sempat Elvina melontarkan setiap hal yang ingin ia katakan, perhatiannya sudah lebih dulu di sita oleh kepanikan orang-orang di dalam ruangan tersebut.
"Segera periksa status Prevolver dengan kode nomor M31IND4 dengan jenis Evolver-P," teriak salah satu evolver lab yang berada di lantai atas pada bagian monitoring di lantai bawah.
Evolver yang duduk di bagian meja monitor segera mengangguk dan mulai mengecek sesuai yang telah di perintahkan.
"Di atas sini, kami membutuhkan bantuan," teriaknya lagi. Segera beberapa orang evolver yang ada di lantai bawah bergerak menaiki sebuah benda aneh berbentuk seperti kapsul yang muat di isi minimal lima orang saja. Mereka segera naik, menekan tombol yang ada hingga benda yang setengah badannya terbuat dari kaca itu bergerak naik dengan pendorong turbo di bagian bawahnya. Setelah tiba di atas, mereka segera turun dan membantu evolver di sana.
Elvina menatap ke arah beberapa orang evolver lab berjas putih yang tengah sibuk berjibaku mengerjakan tugas mereka, saling membantu untuk mengatasi masalah yang tengah mereka hadapi.
Segera. Beberapa evolver lain naik, guna membantu yang membutuhkan pertolongan.
"Ada apa ini?" Profesor yang panik, bergegas menghampiri bagian monitoring guna mengecek apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi?" tanyanya pada mereka yang ada di sana. Layar-layar hologram besar dihadapan mereka menampakkan beberapa proses pada sistem tubuh yang mereka tangani.
"Dua Prevolver ini mengalami peningkatan dalam evolusi sistem genetik mereka, prof." Salah satu evolver lab menjawab.
"Apa? Lalu memangnya kenapa?" Profesor mengerutkan keningnya bingung.
"Ada kelainan pada keduanya."
"Kelainan apa?"
"Kelainan pada Neurotransmitter-nya, prof."
"Neurotransmitter-nya?" Profesor bergumam pelan.
...***...