
...***...
"Rei!" Elvina dan William baru saja akan menghampiri sepupunya itu, tapi keduanya langsung terkapar begitu sengatan listrik pada gelang mereka tiba-tiba saja bereaksi.
"Arghh!" Elvina dan William jatuh di tanah.
"Sudah kubilang, kalian tidak akan bisa pergi kemanapun. Walaupun sepupumu sudah datang untuk menyelamatkanmu!" Joe melangkah keluar.
Elvina dan William menoleh ke arah datangnya suara.
Di sisi lain, Rei bangkit dengan tergopoh-gopoh. Tubuhnya terasa sakit akibat sengatan listrik dari Joe.
"Lebih baik kalian menyerah dan ikutlah denganku!" teriak Joe sambil melangkah menghampiri keduanya.
Atensinya tersita saat sebuah helikopter tiba-tiba muncul di atas rumahnya.
Semua orang mendongak menatap benda yang baru saja tiba dan melayang di udara.
"Helikopter?" Elvina dan William menutupi wajahnya yang tertiup angin yang berhembus kencang.
"Helikopter, ada apa ini? Apakah Joe berniat untuk mengirimkan Elvina dan William hari ini?" Rei bergumam pelan. Ia mengerutkan kening begitu melihat helikopter itu perlahan turun beberapa meter.
Mendarat mulus di hamparan padang rumput luas yang ada di belakang rumah Joe.
Sial! Kenapa mereka kemari?! batin Joe yang kini membulatkan kedua matanya melihat helikopter yang datang.
Rei bergegas menghampiri Elvina dan William yang kini terbaring di dekat Lucy dan Aland.
"Kalian baik-baik saja?" tanya Rei dengan wajah panik. "Kita harus pergi dari sini secepatnya."
"Kita tidak bisa pergi sebelum melepaskan benda ini, Rei." Elvina menunjukkan gelang dalam pergelangan tangannya.
"Gelang apa ini?"
"Gelang keamanan. Ini membuatku dan Will tidak bisa pergi lebih dari sepuluh langkah dari area rumah ini."
"Sial! Kita harus mencari ide secepatnya," gumam Rei. Ia terdiam memikirkan cara agar bisa melepaskan gelang itu dari pergelangan tangan Elvina dan William.
"Ternyata memang benar, kau sudah berhasil menangkap Elvina dan William!" Ron berteriak kencang.
Bzztt!
Tanpa aba-aba lebih dulu, Joe menyerang Elvina, Rei dan William.
Elvina yang melihat itu, spontan menggunakan kekuatannya. Tapi sengatan listrik langsung membuatnya terkulai lemas.
Bugh!
Tubuh Rei terhempas jauh hingga menabrak tubuh Lucy dan Aland.
"Arghh…"
"Rei!" Elvina berlari untuk membantunya. William hendak menyusul, namun Joe bergerak cepat dan menangkap tangannya.
"Kau tidak akan bisa lari dariku!" Joe mencengkeram pergelangan tangannya erat.
"Lepaskan aku!" William memberontak keras. Tapi Joe terlalu kuat mencengkram tangannya. "Rei! El! Bantu aku!"
William berteriak pada Elvina dan Rei.
"Will!" Elvina hendak bangun, tapi melihat Rei yang tidak bisa bergerak akibat serangan Joe membuatnya ikut menghentikan langkahnya.
"Joe, aku datang kemari untuk membawakan pesan dari profesor dan tuan untukmu!" Ron dekat ke arah Joe dan William.
"Berhenti di sana! Aku tidak akan memberikan mereka semudah itu kalau profesor dan tuan tidak mengikuti permintaanku!" tukas Joe penuh penekanan.
Ron langsung menghentikan langkahnya.
"Apa?" William, Elvina dan Rei di buat bingung oleh kalimat yang baru saja terlontar dari mulut Joe.
"Apa maksud dari ucapan Joe barusan?" Elvina menoleh pada Rei.
"Aku tidak mengerti," gumam Rei yang masih berusaha menahan rasa sakit pada tubuhnya.
Mereka menatap ke arah Joe yang kini menyandera William bersamanya.
"Jadi kau masih berkeras pada keputusanmu?"
...***...