Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 568 - Berhenti membantah!



...***...


"Saya takut apa yang terjadi pada Am, terjadi lagi."


"Ini gawat! Kalau seperti ini jadinya, kita harus pergi dan melacak mereka secara langsung."


"Eh?"


"Jean dan Daniel masih dalam misi. Selain itu, tim lain juga masih dalam misi. Kalau seperti ini, aku harus mencari orang lain untuk di kirim ke sana."


"Biar saya saja, sir!"


"Apa?"


"Saya yang akan pergi ke sana. Ke tempat dimana lokasi Aland dan Lucy terakhir kali menghilang. Saya yang akan pastikan sendiri."


"Tidak. Ini terlalu berbahaya, lagipula kalau kau pergi lalu siapa yang akan membantu Jean dan Daniel? Ditambah lagi kau terbiasa melakukan misi secara berkelompok, akan sangat kesulitan kalau kau harus pergi sendiri. Aku akan mencari orang lain saja."


"Tidak. Tidak perlu, sir. Bagaimanapun seharusnya saya yang bertanggung jawab atas keselamatan mereka. Anda memberikan saya kepercayaan untuk memastikan keadaan Lucy dan Aland, tapi saya gagal. Jadi biarkan saya yang pergi secara langsung ke sana."


"Berhenti membantah ucapanku. Aku memang menugaskanmu untuk membantu Lucy dan Aland, tapi bukan berarti kau juga yang harus turun tangan saat hal ini terjadi. Aku hanya memintamu untuk memastikan mereka bisa menjalani misi dengan baik. Kalau hal ini terjadi, tentunya ini akan menjadi tanggung jawabku yang sudah memberikanmu tugas ini. Jadi biar aku yang urus hal ini."


"Tapi, sir…"


"Sekarang lebih baik kau cek kembali titik lokasi terakhirnya dan cek segala hal yang terasa janggal. Setelah itu laporkan semuanya padaku. Aku akan segera kembali setelah menemukan agen yang tepat!"


Nico beranjak dari tempatnya. Meninggalkan Ethan seorang diri di dalam sana.


"Tidak! Aku tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja. Aku tidak bisa tenang sebelum aku tahu sendiri bagaimana keadaan mereka."


"Tapi… sir. Nic akan sangat sulit untuk aku bujuk. Aku membutuhkan orang lain yang bisa membujuk beliau."


Ethan terdiam sejenak. Ia berusaha menenangkan diri dan memikirkan cara agar bisa membujuk Nico. Setelah terdiam beberapa saat, ia baru ingat sesuatu.


Ethan segera menghubungkan kembali alat komunikasinya dengan Jean dan Daniel.



...*...


Kapal berhenti tepat di sebuah pelabuhan. Orang-orang mulai bergerak turun dari kapal. Berhamburan dengan bantuan beberapa penjaga yang sejak tadi sudah menunggu mereka di sana.


Orang-orang yang telah berhasil mereka culik itu mereka bawa, mereka seret secara paksa turun dari kapal.


Tok! Tok!


Dekis mengetuk pintu kamar Melinda secara perlahan. Wanita itu spontan bangkit dari tempat pembaringannya.


"Melinda? Aku datang hanya untuk memberitahukan kalau kita sudah sampai," tuturnya.


"Dekis?" Melinda membelalakkan mata. Wanita itu spontan melangkah turun dari ranjangnya. Menggunakan kemampuannya guna menghilangkan sebagian tubuhnya yang masih dalam keadaan polos tanpa busana.


Melinda menghampiri pintu dan membukanya. Begitu menampakkan kepala, dia bisa dengan jelas melihat wajah lelaki itu yang kini berdiri di depan pintu.


"Kau baru bangun? Maaf, apakah aku mengganggu tidurmu?"


"Tidak. Tidak sama sekali," ucap Melinda sambil tersenyum.


"Syukurlah."


"Kau bilang, kita sudah sampai?"


"Ya."


"Baiklah, terima kasih."


...***...