
...***...
"Sudahlah, sekarang lebih baik kita pergi." Elvina bangun dari tempat duduknya, mengakhiri pembicaraan mereka di sana. "Ayo ganti pakaian kalian, kita pergi sebentar lagi." Elvina meninggalkan Rei dan William yang kini berdiri di teras samping rumah.
"Memangnya kita akan kemana?" Rei menoleh pada William.
"Kita akan pergi berolahraga bersama. Kita jogging di taman dekat sini?" jelas William.
"Jogging?"
"Ya. Ayo masuk dan ganti bajumu dengan baju olahraga, pakaiannya ada di dalam lemari yang ada di kamarmu."
Rei mengangguk lantas beranjak dari sana bersama dengan William yang kini melenggang menuju lantai atas dimana letak kamar mereka berada.
...*...
"Aku lelah, mari beristirahat sejenak." Elvina mengambil duduk di salah satu bangku taman yang ada.
"Astaga kau benar-benar lemah. Kita baru berlari selama beberapa putaran, dan kau sudah lelah?" William tersenyum mengejek kakaknya.
Elvina mendelik sebal ke arahnya. "Kau tidak akan merasa lelah kalau kau berlari dengan menggunakan kemampuanmu, dasar curang." Elvina membuka botol di tangannya.
"Sudahlah, aku ingin melanjutkan beberapa putaran lagi. Kau ikut, Rei?" William menoleh padanya.
"Aku tepat di belakangmu."
"Baiklah, aku duluan." William melangkah dan melanjutkan kegiatannya mengelilingi taman dengan Rei di belakangnya.
Sementara William dan Rei melanjutkan kegiatan mereka, Elvina memutuskan untuk beristirahat sejenak guna mengumpulkan tenaga.
...*...
"Aku menemukanmu." Melinda mengeluarkan smirk-nya saat kedua manik mata indahnya berhasil menangkap sosok yang dicarinya selama beberapa hari ini. Elvina, terduduk di salah satu bangku yang ada di taman. Ia seorang diri diantara kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya.
Waktu itu aku gagal menangkapmu, tapi kali ini akan aku pastikan kau takkan bisa melepaskan diri dari cengkramanku. Tapi, aku tidak akan memulainya darimu Elvina… Melinda mengedarkan pandangannya ke sekeliling berusaha mencari sosok lelaki yang tak lain adalah target lainnya yaitu adiknya Elvina, William.
Melinda mengubah penampilannya dengan menggunakan kemampuannya. Rambut panjangnya terikat satu ke belakang, lalu pakaian ketat yang semula membalut tubuhnya dalam sekejap berubah menjadi pakaian olahraga yang cocok dengan penyamarannya.
Melinda tersenyum, ia berjalan dengan anggun menuju arah lintasan beberapa orang lain yang juga sedang berolahraga di sana. Melinda berusaha berbaur dengan semua orang yang ada.
Wanita itu berlari mengikuti William yang berada jauh di depan sana. Ia mempercepat langkah kakinya agar bisa secepatnya menjalankan rencana yang telah di susunnya.
Melinda melewati beberapa orang yang sedang berolahraga lain, beberapa orang pria dan wanita yang dilewatinya sampai gagal fokus hanya gara-gara dirinya melintas di dekat mereka.
Melinda tidak menghiraukan mereka dan terus berlari. Ia yang terlalu fokus mengikuti arah gerak William, sampai tidak terlalu memperhatikan jalan yang dilewatinya.
Melinda secara tidak sengaja menginjak batu di dekatnya yang dalam sekejap membuat tubuhnya oleng dan jatuh hingga menimpa seorang pemuda yang berlari didekatnya.
Rei yang berlari di dekatnya secara spontan menangkap tubuh Melinda yang secara tiba-tiba jatuh ke arahnya, membuat Melinda jatuh tepat dalam dekapannya.
Rei spontan berhenti. Ia beradu pandang dengan Melinda yang jatuh dalam pelukannya.
Melinda melongok memandang Rei yang baru saja menangkap tubuhnya. Ia tatap Rei tanpa berkedip.
...***...