
...***...
Apa ini? Apa yang sedang mereka lakukan? Rei dan yang lainnya terdiam tanpa kata. Suara bising dari orang-orang di sisi lain pelabuhan benar-benar telah berhasil menghentikan langkah mereka.
Sementara yang lain diam dengan kebingungan, beda halnya dengan Louis yang kini tampak kaget dengan situasi yang mereka dapati.
Situasi ini… Louis menelan ludahnya berulang kali. Keringat mengucur membasahi keningnya.
Louis, ada apa? tanya Rei begitu sadar Louis menampakkan ekspresi yang aneh.
Ini… situasi ini adalah…
Apakah kau tau dengan apa yang sedang mereka lakukan?
Mereka sedang mengerjakan misi, memindahkan para calon evolver ke markas untuk mengubah sistem genetik mereka dan menjadikan mereka sebagai evolver.
Apa?!
Rei membulatkan kedua matanya.
Napas Louis tampak mulai tak beraturan, jantungnya berdegup kencang, dan tubuhnya mulai gemetar bersama wajahnya yang mulai semakin berubah pucat.
Lou, kau baik-baik saja? Rei berusaha memastikan keadaannya. Pria itu menggeleng pelan, dengan tubuh yang semakin gemetar hebat.
Ini tidak bagus. Pergilah, aku akan memanggilmu lagi saat kau sudah merasa lebih baik, tutur Rei. Louis menghilang begitu saja dari hadapannya, menuruti perintah Rei barusan.
"Bagaimana ini? Ternyata ada begitu banyak orang di sini," gumam Lucy yang semakin berkeringat.
"Apa yang sedang mereka lakukan sebenarnya?" gumam Aland mewakili pertanyaan yang sama dari Elvina dan William.
"Mereka sedang membawa para calon evolver menuju markas."
"Apa?" Semuanya langsung menoleh ke arah Rei begitu mendengar penuturannya.
"Memindahkan para calon evolver menuju markas? Itu berarti, semua kapal itu langsung mengarah ke markas rahasia mereka?" ucap Lucy memastikan. Rei hanya mengangguk membenarkan ucapannya.
"Yeah, you right."
Perhatian mereka teralihkan secara tiba-tiba begitu mendengar suara Melinda dan Andrich yang baru saja tiba dengan sangat tergesa-gesa.
"Itu mereka!" kata William begitu melihat keduanya berjalan menghampiri salah satu pria yang sejak tadi berdiri di sana.
"Ayo ikuti mereka!"
Rei, dan yang lainnya segera bergerak mengikuti Melinda dan Andrich yang kini menghampiri Dekis.
Mereka bersembunyi di salah satu boks kontainer lain yang terletak lebih dekat dari arah Dekis berada.
"Akhirnya kalian datang juga. Aku sudah menunggu sejak tadi."
"Maaf karena kami baru sampai, kau jadi menunggu lama."
"Tidak apa-apa. Sekarang ayo pergi!"
"Iya. Ayo!" Melinda menarik Andrich. Sejak tadi mereka berada dalam posisi terkunci satu sama lain. Melinda seperti sebelumnya memasangkan borgol di tangan Andrich agar pria itu tak melarikan diri lagi darinya.
"Semuanya sudah siap?" Seorang pria berteriak pada para evolver yang ada. Pria itu tak lain merupakan nahkoda kapal yang menyampaikan pesan kaptennya.
Melinda melangkah mengikuti Dekis dari arah belakang.
"Kita juga harus masuk ke sana," gumam Lucy.
"Tapi bagaimana caranya agar kita bisa naik tanpa ketahuan?" Elvina menatap teman-temannya bergantian.
Lucy dan Aland terdiam sejenak. Kedua mata mereka menatap ke arah kapal, berusaha mengecek seberapa ketat pengamanan yang ada.
"Kalian lihat itu? Pengamanannya tidak ada terlalu ketat, hanya ada beberapa petugas saja yang menjaga. Itu pun di tempatkan di beberapa sudut saja. Kita bisa menyelinap masuk ke sana dengan bantuan William," gumam Lucy sambil menatap William.
William mengerutkan kening. Tak mengerti ucapannya.
...***...