Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 312 - Tangkap dia!



...***...


Fokus Rei beralih pada pesan yang baru saja masuk pada ponselnya. Ia melirik benda pipih berbentuk persegi itu yang kini menampakkan pesan masuk dari Miranda.


Miranda:


Aku sudah berhasil menemukan bukti atas kejahatan orang-orang kemarin. Aku akan langsung memberikannya pada guru BK dan memanggil beberapa orang sebagai saksi sekaligus menangkap penulis artikel itu. Besok, kau persiapkan diri untuk menghadap guru BK yang nantinya akan menangangi kasusmu.


Rei terdiam membaca seluruh isi pesan itu sebelum akhirnya mengetik sesuatu untuk membalas pesannya.


Rei:


Baiklah, terima kasih karena sudah repot-repot membantuku. Aku benar-benar berhutang budi padamu.


Miranda:


Tidak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi salah satu tugasku agar kita tetap memilih hubungan baik. Lagipula dulu, kau juga sudah sering membantuku. Jadi anggap saja aku yang membalas budi baikmu padaku.


Rei hanya terdiam memandangi pesan balasan yang Miranda kirimkan.



Ia kini terbaring di ranjang tidurnya, di kamarnya. Rei baru saja tiba di rumah setelah mengantarkan Lusia pulang dan sempat mengunjungi William guna memastikan keadaannya.


Rei menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya mendadak melanglang buana, mencari jawaban atas pertanyaan yang mendadak bermunculan di benaknya.


Kenapa tiba-tiba ada rumor seperti itu? Apa yang terjadi denganku di masa lalu sampai-sampai orang berpikir bahwa aku penyuka sesama jenis? Aku benar-benar tidak habis pikir, batin Rei.


...*...


"Apa benar kalau selama ini kau membantu Derek untuk menjalankan penelitiannya?" tanya tuannya yang kini berdiri tepat di hadapannya.


"Penelitian? Maaf tuan aku tidak mengerti dengan penelitian yang tuan bicarakan. Yang pasti beberapa kali, Derek sempat menghubungiku untuk meminjamkan uang padanya. Tapi aku tidak tahu untuk apa uangnya, yang aku tahu hanya di bilang kalau Joe tidak bisa membantunya." Nils bicara tertunduk.


"Aku tidak akan berani berbohong pada tuan ataupun profesor."


"Kalau begitu kau boleh kembali, dan kau Ron! Kerahkan semua timmu untuk mencari keberadaan Derek lalu tangkap dia!"


"Menurut salah satu anak buahku, Derek pergi bersama seseorang dengan menggunakan mobil saat hari pengejaran, dan aku sudah meminta yang lain untuk melacak keberadaan mobil itu." Ron menjawab.


"Bagus! Begitu kau menemukannya, segera beritahu aku dimana keberadaannya. Sepertinya yang aku katakan, aku sendiri yang akan turun tangan untuk membuatnya tunduk dengan ucapanku!" Pria itu mengepalkan tangannya erat.


"Baik, tuan."


Ron membungkuk bersama dengan Nils sebelum kemudian berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan tersebut.


Tiba di depan pintu, Nils dan Ron berpisah. Keduanya berjalan menuju arah koridor yang berbeda.


Nils berlalu menuju pintu keluar. Sementara kakinya terus melangkah, fokusnya kini beralih pada telecosysnya. Ia hendak menghubungi Derek dan memberitahu apa yang ia ketahui.


"Nils?" Sambungan telpon itu terhubung dengan Derek di seberang sana.


"Derek, ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Nils berbicara berbisik.


"Ada apa?"


"Ini mengenai dirimu. Aku sudah bertemu dengan Ron yang memintaku untuk menemui tuan."


"Apa? Lalu bagaimana? Kau menemuinya?"


"Ya, dan aku sudah mendengar semuanya kalau kau meminjam uangku untuk mengerjakan penelitian?"


"Ya, benar."


...***...