Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 456 - Tertangkap



...***...


"Joe berusaha menangkapnya!" ujar Rei dengan wajah panik.


"Apa?!" Louis membulatkan mata mendengar ucapan Rei barusan.


"Cepat kita pergi membantunya!" Rei baru saja akan bangun, tapi lebih dulu Lucy mentahannya.


"Rei, ada apa?" Lucy bertanya.


"Kenapa kau bicara sendiri?" Aland menaikkan sebelah aslinya.


Rei terdiam. Ia baru ingat kalau Lucy dan Aland tidak bisa melihat Louis yang sejak tadi bersamanya.


"Aku harus pergi…" ucap Rei menghiraukan kata Aland. Ia segera bangkit.


Tuan, tubuh tuan masih lemah. Lebih baik tuan beristirahat sejenak, tutur Louis berusaha menahan Rei.


Aku tidak bisa, Lou. Kalau aku beristirahat, bagaimana dengan Will? Aku tidak mungkin diam saja saat tahu sepupuku dalam bahaya.


Tapi, energi tuan belum sepenuhnya kembali.


Rei terdiam dengan kepala tertunduk. Rasa kesal, marah, dan kecewa bercampur menjadi satu.


Kedua matanya berkaca-kaca.


Kenapa harus di saat seperti ini? Kenapa di saat seperti ini, aku harus mendapatkan masalah yang sama? Aku berusaha menyelamatkan Lusia, Liana, dan Aland. Di sisi lain, William membutuhkan bantuan ku juga. Tapi… aku tidak bisa berbuat apa-apa. Rei mengusap wajahnya cepat saat air mata membasahi kedua pipinya.


Ini terjadi diluar keinginan kita, tuan. Jangan menyalahkan diri sendiri. Louis berusaha menenangkan tuannya.


"Rei? Kau kenapa?" Lucy berucap dalam bahasa Inggris, menatap lelaki itu dengan raut wajah yang masih bingung. Begitu juga dengan Aland yang sejak tadi berusaha memproses setiap pergerakan Rei.


"Aku baik-baik saja," sahut Rei sambil membersihkan air matanya.


"Sekarang aku harus pergi, aku harus memastikan sesuatu," ucap Rei yang kemudian beranjak dari tempatnya.


"Kondisimu masih lemah. Memangnya kau akan pergi kemana?" Lucy dan Aland segera bergerak mengimbangi langkahnya.


"Kalian tidak perlu tahu. Lebih baik, kalian urusi saja urusan kalian," jawab Rei.


"Aku…"



...*...


Elvina menangis tersedu-sedu sejak beberapa saat yang lalu. Sejak dirinya, Leon, Calvin dan Jack gagal menemukan William di manapun.


"Sudahlah, jangan menangis terus. Aku yakin Will baik-baik saja, kau tidak perlu cemas. Aku akan membantumu mencari William. Kalau perlu, aku akan mengerahkan anak buahku untuk mencarinya." Leon mengulurkan tangannya, mengusap air mata yang membasahi kedua belah pipi Elvina.


"Akan aku pastikan semuanya baik-baik saja." Leon merebahkan kepala Elvina pada pundaknya.


Kau tidak mengerti apa-apa. Situasinya lebih rumit dari yang kau bayangkan. William diculik oleh Joe! Dan itu artinya, mereka akan melakukan sesuatu yang membuat Will beralih jadi di pihak mereka! Elvina membatin.


Ingin rasanya ia mengatakan bahwa William diculik oleh seseorang yang dicurigainya. Tapi, ia tidak bisa melakukan itu.


Kalau Elvina berkata seperti itu pada Leon, sama saja artinya dengan membongkar identitasnya pada kekasihnya sendiri.


Elvina belum siap. Ia masih ragu untuk mengungkapkan jati dirinya yang merupakan seorang evolver pada Leon.


Ia masih takut kalau Leon pada akhirnya akan menjauhi dirinya kalau tahu dirinya adalah seorang evolver.


El…


Rei?


Bagaimana dengan Will?


Aku gagal membantunya. Dia tertangkap oleh Joe.


Apa?! Bagaimana bisa?


Aku datang terlambat. Begitu aku tiba di sana, aku sudah kehilangan William. Aku sudah mencarinya kemana-mana. Tapi dia hilang.


...***...