
...***...
Rei tersungkur di tanah bersemen. Ia baru saja hendak bangkit dari posisinya. Tapi kabut yang menutupi tubuhnya membuat Rei semakin kesulitan untuk berkontraksi.
Perlahan, pandangan matanya mulai terasa berat. Ia tidak bisa melihat sekeliling dengan terlalu jelas.
Bugh!
Hantaman lain mendarat di pipinya sampai membuat Rei semakin tidak bisa berkutik. Di sisi lain, kloningnya berhasil untuk membantu Rei.
Tapi ia sama-sama merasakan efek dari kabut tidur milik Wyman.
Rei kloning menggelengkan kepalanya kuat-kuat guna menghilangkan rasa kantuk yang menyelimuti dirinya.
Ia yang hendak menghajar Wyman dari arah belakang mendadak tersungkur di dekat Rei.
Brukk!
Tubuhnya tersungkur dalam keadaan tak sadarkan diri. Rei menoleh ke arah kloningnya. Tak lama, kloningnya mulai lenyap dari pandangannya.
Bugh!
Wyman kembali menghajar Rei dengan pukulan bertubi-tubi. Rei berusaha untuk menyerang balik, tapi tubuhnya benar-benar tak bertenaga untuk menyerang balik.
"Sudah kubilang, kau berurusan dengan orang yang salah!" ujar Wyman yang terus menyerangnya.
Rei mulai kehilangan kesadarannya secara perlahan-lahan.
Aku benar-benar mengantuk. Tubuhku sampai tidak bisa digerakkan sama sekali. Apa yang harus aku lakukan?
Rei berusaha mempertahankan kesadarannya.
Srakk!
Joe menahan tubuhnya dengan kedua kakinya. Ia mendongak menatap ke arah Elvina yang masih berdiri di sana dengan posisi tertatih.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku merasa seperti dia memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari sebelumnya?
Kejadian ini, sama seperti kejadian dulu.
Joe menatapnya dengan penuh tanya. Otaknya berusaha memproses setiap tindakan yang baru saja dialaminya.
Di sisi lain, fokus Louis yang sedang membantu Elvina beralih pada tuannya saat ia mendengar Rei yang sedang kesulitan.
Louis menoleh ke arah datangnya suara yang dia dengar. Kabut yang menyelimuti Rei semakin tebal hingga membuatnya tak bisa melihat dimana tuannya.
Gawat! Tuan dalam bahaya. Aku harus menolongnya, batin Louis yang segera menghampiri kumpulan kabut itu untuk membantu tuannya.
Elvina nyaris jatuh dari posisi berdirinya. Tapi sebisa mungkin, ia mencoba bertahan.
Kali ini, akan kupastikan kau tidak bisa lari dariku! pikir Joe.
Ia mengepalkan kedua tangannya dan memusatkan seluruh energinya pada kedua kepalan tangannya.
Percikkan listrik mulai menampakkan wujudnya. Dalam satu kali hempasan, sengatan listrik bertegangan tinggi menyerang Elvina.
Bzztt!
Elvina menahan serangan Joe dengan sisa tenaga yang ia miliki. Ia melindungi diri dengan perisai medan gaya miliknya.
Kau tidak akan bisa menang, akan kupastikan itu!
Joe menghentakkan kedua tangannya hingga membuat tubuh Elvina terseret ke belakang.
Aku tidak kuat… sisa tenagaku hanya tinggal sedikit lagi. Kalau terus seperti ini, aku bisa-bisa kalah… Elvina berusaha bertahan.
Ia menghentakkan tangannya. Mencoba membalikkan serangan Joe.
Joe balas menyerang hingga Elvina terseret lebih jauh.
Energi Elvina terus berkurang sampai akhirnya…
Prang!
Perisai energinya pecah. Elvina terpental jauh hingga terkulai tak berdaya di tanah bersemen.
"Arghh…" Elvina berusaha untuk bangun walaupun tubuhnya terlalu sakit dan energinya sudah terkuras habis.
Joe bergegas menghampiri Elvina yang tak berdaya. Tatapan matanya tajam. Berdua tatap dengan wanita yang sejak tadi berusaha menyerang balik setiap tindakannya.
"Sekarang, kau kalah!" Joe menyeringai sambil berdiri tepat dihadapan Elvina.
Elvina berusaha untuk mempertahankan kesadarannya walaupun energinya terus berkurang.
Aku tidak boleh kalah. Aku harus bertahan.
...***...