
...***...
Louis terdiam memandangi Rei yang kini terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang dengan posisi tubuh terikat. Dadanya terasa sesak saat ia melihat Rei yang berada dalam keadaan terikat seperti ini. Melihat Rei yang seperti ini sungguh membuatnya seolah teringat kembali akan hal-hal yang dulu begitu membekas dalam ingatannya.
"Tuan…" lirihnya pelan. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak selama tanpa perintah dari Rei, begitu yang memang terjadi.
Perhatian Louis mendadak beralih saat ia tidak sengaja melihat Rei menitikkan air mata di tengah kondisinya yang sekarang dalam keadaan pingsan.
Apa yang terjadi? Louis mengerutkan kening. Ia memperhatikan Rei dengan raut wajah penasaran.
Semakin lama, Louis merasa semakin ada yang aneh dengan Rei. Ia tanpa sadar melangkah masuk ke dalam alam bawah sadar Rei, guna memastikan keadaan lelaki itu.
Gelap. Begitu kesan pertama yang Louis rasakan begitu dirinya berpindah ke alam bawah sadar Rei. Louis tidak bisa melihat apa-apa, semuanya benar-benar gelap dan hanya ada hitam dimana-mana. Warna hitam yang begitu pekat tanpa setitik cahaya pun.
"Apa ini? Kenapa begitu gelap? Dimana tuan?" Louis terdiam. Ia mendengar pandangannya ke sekeliling.
"Tuan…" panggilnya sambil melangkah secara perlahan.
Baru saja dia melangkah, keadaan seketika berubah. Louis mendadak merasakan perubahan suhu yang begitu drastis.
"Dingin…" lirihnya pelan sambil memeluk dirinya sendiri.
Louis tiba-tiba merasakan dinginnya udara yang entah kenapa terasa sangat-sangat dingin.
Tak lama, Louis bisa melihat semuanya. Begitu kegelapan yang dilihatnya sirna, Louis melihat hamparan gurun pasir yang begitu tandus.
Deg!
Louis menghentikan langkahnya seketika. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat ia melihat apa yang ada dihadapannya. Firasatnya mengatakan bahwa ini adalah pertanda buruk.
Wushhh…
Louis menelan ludahnya susah payah. Ia melangkah secara perlahan.
Aku rasa ada yang tidak beres, pikirnya.
Apakah terjadi sesuatu dengan tuan?
Louis melangkah. Semakin ia paksakan untuk berjalan, Louis semakin bisa merasakan kencangnya hembusan angin. Berulang kali dirinya nyaris jatuh tersungkur saat angin itu menerpa tubuhnya.
Brukk!
Louis jatuh terduduk di atas pasir. Ia tidak kuat menerjang angin yang begitu kencang. Di tambah lagi, dia sudah berteriak sambil terus mencari Rei sejak tadi. Namun dia tidak bisa menemukannya sama sekali.
Di gurun tempatnya sekarang berada, Louis hanya bisa menemukan langit malam yang gelap, dan badai pasir yang menerpa tanpa henti.
Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi, namun firasatnya sejak awal mengatakan dia harus menemukan Rei. Lelaki itu ada di suatu tempat di gurun itu, sendirian, dan sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Louis bisa merasakannya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana tuan? Aku tidak bisa menemukannya di manapun…
Louis berusaha untuk kembali berjalan. Namun berulang kali ia jatuh, dan hal itu membuatnya mau tidak mau harus merangkak agar bisa terus berjalan.
"Sembunyi di sini. Jangan berisik dan jangan keluar sampai keadaan aman, okay?"
Samar-samar Louis bisa mendengar suara seorang wanita yang begitu familiar baginya. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berusaha mencari asal suara yang di dengarnya.
Louis tercekat begitu menoleh kesamping.
...***...