
...***...
"Lalu kenapa kita tidak tetap di Norwegia saja? Bukankah kau bilang mereka kesulitan untuk menjangkau wilayah yang dekat dengan kutub Utara? Setahuku ada delapan negara yang letaknya berdekatan dengan kutub Utara."
"Norwegia? Tentu saja tidak bisa. Karena Nils sendiri berasal dari Norwegia dan dia sudah di selidiki oleh para penjaga, kalau kita tetap di sini, akan lebih mudah bagi kita ketahuan, selain itu aku tidak ingin makin membuat Nils kesusahan gara-gara aku. Di sisi lain, kita juga tidak mungkin ke Amerika Selatan, karena Amerika tentunya memiliki badan intelijen khusus yang menangani kasus kita. Evolver di sana akan lebih cepat mencium keberadaan kita. Satu-satunya tempat yang aman adalah Finlandia.…"
"…Selain itu yang membuat Finlandia berbeda adalah karena semua evolver yang tinggal di sana memiliki cukup trouble yang membuat sinyal yang seharusnya mereka terima dari chip di otak mereka tidak tersampaikan dengan jelas. Itu di sebabkan karena Finlandia terkenal dengan negara paling bahagia, yang artinya sistem dopamine di otak mereka sering kali mengganggu sinyal yang seharusnya mereka terima," jelas Derek panjang lebar.
"Begitu rupanya, pantas saja kita harus pergi ke sana. Tapi, apakah Jessy juga seorang evolver?"
"Bukan. Dia manusia biasa sama sepertimu. Kalau dia evolver, kita tidak mungkin mencarinya," jawab Derek.
Brakk!
Suara nyaring membuat Derek dan Pricilla terperanjat kaget, keduanya spontan menoleh ke arah datangnya suara. Di sana, mereka mendapati seorang laki-laki yang sedang berlari dari kejaran beberapa orang pria berjas hitam.
Derek dan Pricilla refleks menghentikan langkah kakinya saat laki-laki itu menyita perhatian mereka.
"Hjelp meg!" Lelaki itu menghampiri keduanya dan mencengkeram pakaian yang di kenakan Derek.
(Tolong aku!)
Derek membulatkan kedua matanya sedangkan Pricilla tidak mengerti apa yang terjadi dengan lelaki itu.
"Hjelp meg!" Ulang lelaki itu dengan wajah panik.
"Dia kena…" Pricilla menggantungkan ucapannya saat beberapa pria yang mengejar lelaki itu berhasil tiba di dekat mereka.
"Pricilla… gawat," gumam Derek dengan suara amat pelan bagai bisikan, air mukanya berubah pucat."
"Ada apa?"
"Tunggu, kalian…" Salah satu lelaki itu berucap dalam bahasa Norsk.
"A… apa yang dia katakan?" Pricilla tidak mengerti.
"Mereka adalah buronan yang di cari tuan!" teriak salah satu pada mereka.
"Pricilla, lari!" Derek menarik tangan Pricilla dan menyeretnya berlari. Lelaki itu ikut berlari saat sadar ternyata Derek juga adalah salah satu orang yang harus mereka kejar.
"Berhenti kalian!" teriak mereka dalam bahasa Norwegia.
"Jangan berhenti! Mereka adalah evolver penjaga yang bertugas di sini," ujar Derek dengan wajah panik sembari terus membawa Pricilla.
"Apa? Mereka adalah evolver?" Pricilla ikut panik dan mulai berlari sekuat tenaganya. Ia bergandengan tangan dengan Derek menjauh dari para evolver yang berusaha menangkap mereka.
"Berhenti kalian!" teriak lelaki di belakang sana pada Derek, Pricilla dan lelaki tadi.
Mereka mempercepat langkahnya, berlari dari jalan utama menuju jalan lain, berbelok dari satu belokan ke belokan lain. Berusaha membuat mereka kebingungan.
Langkah random mereka tanpa sadar membuat Derek dan Pricilla terpisah dengan lelaki yang tadi meminta tolong padanya.
"Kita berpencar!" teriak penjaga saat mereka bertiga berpencar.
...***...