Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 468 - Tempat ini…



...***...


William membuka kedua matanya. Begitu kedua matanya terbuka, ia melihat hamparan padang rumput luas yang berpadu dengan air sungai yang mengalir begitu jernih.


Keadaannya begitu tenang. Langit bahkan begitu cerah seperti biasanya.


Detik berikutnya, ia baru sadar dimana dirinya berada.


"Tempat ini…" William merekahkan senyum.



Tak berselang lama, ia segera berlari menuju arah pinggiran sungai yang dilihatnya.


"El! Rei!" teriaknya dengan sangat kencang sambil berlari.


William terus mengedarkan pandangannya dan berlari sepanjang padang rumput yang dipijaknya.


Tiba di tepi sungai, ia berhenti.


"Elvina, Rei, kalian dimana!" teriaknya lagi sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


William terus berusaha mencari kakak dan sepupunya di sekitar sana. Tapi apa yang ia harapkan, justru berbanding terbalik dengan apa yang terjadi.


Baik Rei atau Elvina, keduanya tidak ada di manapun di tempatnya berada saat ini.


William mulai merasa resah. Ia harap ini hanya perasaannya saja.


"Elvina, Rei!" William kembali berlari sambil menyerukan nama keduanya.


Matanya terus mengedar ke sekeliling, berusaha mencari Elvina dan Rei di tempat lain yang biasa mereka kunjungi ketika mereka datang ke tempat ini.


"Mereka tidak ada?" William mulai berkaca-kaca. Kedua orang yang dicarinya benar-benar tidak ada di sana.


Aku kira… kalian akan datang menemuiku di mimpi. Tapi ternyata… kalian juga tidak ada di sini untuk menolong atau bahkan menemaniku, batin William yang kini mulai meneteskan air mata.


"Tidak! Aku tidak boleh menyerah! Mereka pasti ada di sini. Tidak mungkin aku bisa masuk ke dalam mimpi ini kalau tanpa bantuan dari Rei. Dia pasti yang sudah membawaku ke mimpi ini!" William menyeka air matanya cepat. Ia tidak ingin berpikir seperti itu tentang kakak dan sepupunya. Bagaimanapun, mereka akan selalu ada untuk membantu serta menemani dirinya.


"Aku harus mencari sekali lagi!" William mendengarkan pandangannya sekali lagi.


"Rei?" William tersenyum.


Ia mulai berlari menuju arah siluet yang dilihatnya.


Tiba di sana dengan napas terengah-engah, ia dibuat kecewa karena yang dilihatnya bukanlah Rei melainkan Louis.


Brukk!


William menjatuhkan dirinya di tanah berumput dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Louis…" lirihnya.


Pria albino yang berdiri membelakanginya itu lalu menoleh ke arah datangnya suara.


"Ternyata kau di sini. Aku sudah mencarimu kemana-mana sejak tadi," gumam Louis yang kemudian menghampiri William yang terduduk dihadapannya.


"Kukira kau adalah Rei…" gumam William pelan.


"Kau sejak tadi pasti mencari Elvina dan Rei 'kan?"


"Ya."


"Aku tidak bisa mempertemukanmu dengan Elvina. Karena dia sedang tidak berada dalam posisi tertidur."


"Maksudmu?" William mendongak, beradu tatap dengan Louis.


"Dia sedang dalam keadaan terjaga. Elvina sedang mencarimu, bahkan sampai selarut ini, dia sedang mencarimu."


"B… benarkah?"


"Ya. Dan untuk Rei… aku ingin minta maaf karena dia tidak bisa membantumu. Di saat kau sedang berhadapan dengan Joe, dia juga sedang dalam kesulitan karena berusaha menghadapi Andrich yang hendak menangkapnya. Beruntung dia berhasil lolos, tapi imbasnya… tenaganya terkuras habis hingga ia pingsan setelah memberitahukan kau tengah dalam bahaya pada Elvina."


"Jadi… Rei juga dalam posisi yang sama denganku?"


"Ya. Bahkan setelah dia sadar, dia langsung berusaha membantu Elvina."


...***...