Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 404 - Nama samaran



...***...


Lucy dan Aland berjalan menyusuri koridor begitu mereka tiba di hotel tempat mereka menginap.


Lucy dan Aland berpisah dengan Leon di pintu masuk hotel.


"Lou." Aland memanggil wanita yang sejak tadi berjalan beriringan dengannya itu.


"Ada apa?"


"Maaf karena aku sudah salah paham atas hubunganmu dengan sepupumu. Aku sungguh tidak tahu kalau kau memiliki sepupu yang tinggal di Indonesia."



"Tidak apa-apa. Lagipula semuanya sudah terjadi, dan kau sudah tahu apa yang sebenarnya."


"Selama kita berhubungan dulu, aku baru tahu sekarang kalau kau memiliki sepupu. Dulu aku kira aku sudah tahu segalanya tentangmu, tapi ternyata aku salah. Aku bahkan baru tahu kalau nama aslimu adalah Liana."


"Hanya kau, sir. Nic, dan coach Bean yang tahu tentang nama asliku. Jangan beritahu siapapun tentang itu."


"Sejak kapan kau memakai nama samaran?"


"Memangnya kau tidak memakai nama samaran? Bukankah semua agen memakai nama samaran?"


"Huh? Tidak, namaku memang Aland."


"Aku memakai nama samaran, bahkan Sheilla, Grayson, Jean, Daniel dan yang lainnya juga. Tapi, aku tidak tahu nama asli mereka siapa. Hanya sir. Nic dan coach Bean yang tahu. Untuk nama samaran sendiri, sir. Nic yang telah memberikanku nama Lucy. Dia bilang, nama itu cocok untukku. Saat pertama kali aku bergabung dalam sindikat mereka, saat itulah sir. Nic memberikanku nama itu."


"Mungkin karena namamu sudah pas. Maka dari itu, sir. Nic tak memberikanmu nama samaran. Lagipula, namaku yang Liana, cukup mudah untuk di kenali. Terlebih tidak terlalu banyak orang yang menggunakan nama itu di Inggris. Maka dari itu, sir. Nic memberiku nama samaran guna melindungiku dari agen saingan kita yang lain, atau siapapun orang yang berusaha untuk melukaiku atau melukai keluargaku."


"Begitu rupanya…"


"Selain itu, sir. Nic memberikanku nama samaran, karena dia tahu kalau keluargaku adalah warga sipil biasa."


"Melihat reaksi Leon saat aku menyebutmu dengan Lucy tadi, sepertinya dia tidak tahu kalau kau menggunakan nama samaran."


"Ya, memang tidak. Selain dia dan keluarganya yang memang sudah lama tak bertemu dengan keluargaku, memang tidak ada yang tahu kalau aku bekerja sebagai agen mata-mata. Bahkan kedua orang tuaku tidak tahu. Yang mereka tahu, aku belajar beladiri di bawah pengawasan coach Bean. Tapi semenjak kedua orang tuaku meninggal, hanya Felix satu-satunya orang yang tahu aku bekerja sebagai mata-mata."


"Kau melupakanku," ucap Aland dengan wajah sedikit murung.


Lucy mendongak menatap pria itu.


"Kau lupa? Aku adalah orang pertama yang tahu kalau kau bekerja sebagai mata-mata."


"Oh… benar. Aku lupa kalau dulu kau adalah detektif negeri, maaf."


"Tidak apa-apa, wajar kalau kau lupa. Aku saja bahkan sudah tidak ada dalam hatimu," gumam Aland murung.


Lucy jadi merasa sedikit canggung. Sungguh, ia memang tidak ingat kalau dulu Aland adalah seorang detektif negeri yang bekerja di kepolisian bersama ayahnya, tapi semenjak pertemuan pertama mereka, Aland keluar dari kepolisian lalu memilih untuk masuk ke dalam aliansi yang sama dengan Lucy agar ia bisa mendekati Lucy.


Siapa sangka usahanya memang berjalan lancar. Lucy dan Aland berada dalam satu tim yang sama.


...***...