Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 414 - Aku sempat bertemunya



...***...


"Apakah kalian merasa canggung dan tidak nyaman dengan keberadaanku? Santai saja, dan anggap kita adalah teman lama yang sudah lama tidak bertemu," kata Lucy dalam bahasa Inggris.


"Tidak, bukan itu. Aku hanya tidak percaya kalau kita akan bertemu lagi," balas Rei.


"Wah, ternyata kau pintar dalam bahasa Inggris, ya," puji Leon yang mendengar pelafalan Rei yang begitu sempurna.


"Dia memang hebat dalam menggunakan bahasa Inggris, aku saja kalah," ujar Elvina sambil tersenyum.


"Benarkah? Kenapa bisa?"


"Itu karena Rei adalah orang yang kalau sudah suka atau tertarik dengan sesuatu, dia akan mendalami hal itu lebih dalam lagi. Rei bahkan mendapatkan nilai tertinggi dalam bahasa Inggris ketika praktek pidato waktu SD. Padahal saat itu, di sekolah mata pelajaran bahasa Inggris jarang di pelajari."


"Woah, benarkah? Hebat." Leon berdecak kagum. Rei hanya tersenyum menanggapi kalimatnya.


"Bicara dalam bahasa Inggris." Lucy tak mengerti dengan pembicaraan mereka berdua. Leon menoleh.


"Oh, maaf aku lupa kalau kau tidak mengerti dengan bahasa Indonesia."


"Bukan masalah, memangnya apa yang kalian bicarakan?" tanya Lucy meminta penjelasan. Leon menjelaskan apa yang semula mereka perbincangkan.



Omong-omong apakah kau tahu siapa pria yang bersama profesor waktu itu? Rei kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Elvina lewat telepati mereka.


Pria yang bersama profesor? Aku tidak kenal dengannya karena aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya. Oh, tidak! Tidak! Aku pernah melihatnya sebelumnya.


Benarkah?


Ya, sebelum kejadian waktu itu. Setahun yang lalu, tepatnya ketika aku dan Will berusaha membebaskan diri dari laboratorium. Kami terdampar di sebuah desa tidak terlihat, dan di sana kami bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang sepertinya mengenal profesor dan pria yang kau maksud. Tapi aku belum pernah bertemu dengannya secara langsung, kecuali kejadian saat Joe di tangkap mereka.


Tapi yang masih jadi pertanyaanku, kenapa Liana menanyakan tentang pria itu? Apa hubungannya dengan pria itu? Apakah mereka saling mengenal satu sama lain? Tapi kalau dia adalah seorang evolver, seharusnya dia tidak kebingungan mencari pria itu 'kan? Karena pada dasarnya, dia bisa saja mendatangi profesor dan menanyakan secara langsung padanya 'kan?


Kau benar, tapi kalau dia bukan evolver… lalu untuk apa dia menanyakan tentang pria itu?


Aku juga ingin tahu, balas Elvina.


Atensi semua orang beralih saat seorang pelayan datang dan membawakan pesanan mereka.


Si pelayan menaruh minuman ke atas meja yang mereka tempati.


"So, langsung saja. Maksud kedatanganku kemari adalah untuk menanyakan sesuatu pada kalian," kata Lucy membuka percakapan.


"Tunggu, sebelumnya ada yang ingin aku katakan padamu," ujar Rei, memotong kalimat Lucy yang belum sempat melanjutkan kalimatnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya sambil beralih fokus pada Rei.


"Begini… mengenai pria yang kemarin kau tanyakan, sebenarnya aku sempat bertemu dengannya satu kali, tapi bukan di sekolah melainkan di luar," jelas Rei.


"Benarkah? Dimana? Tapi, kenapa kemarin kau bilang kalau kau tidak pernah bertemu dengannya?" Lucy terkejut.


Elvina memperhatikan gerak-gerik Lucy dan ekspresinya yang tampak begitu terkejut sekaligus antusias ketika Rei bilang kalau ia pernah bertemu dengan pria yang Lucy maksud.


Elvina menyipitkan mata, menatapnya penuh curiga.


"Aku baru ingat setelah aku tiba di rumah," ujar Rei.


"Lalu, dimana?" tanyanya.


...***...