
...***...
"Apa maksud kalian?" tanya William meminta penjelasan mereka.
"Oh benar! Liana benar-benar pintar." Elvina tersenyum. Ia mengerti setidaknya sedikit dari inti arah pembicaraan mereka.
"Apa?"
"Liana bilang kalau kita memiliki cara agar bisa masuk ke sana. Dan yang kami butuhkan adalah kau, Will."
"Aku?"
"Kau punya kekuatan yang bisa membantu kami!"
"Oh, aku mengerti." William tersenyum simpul. Ia mengerti dengan maksud mereka sekarang.
William mulai menganalisa keadaan sekeliling. Otaknya yang ahli menciptakan strategi mulai menyusun rencana agar bisa membawa Rei dan yang lainnya masuk ke dalam kapal.
"Penjaga di atas kapal itu bergerak dengan pola. Mereka menoleh ke arah yang berbeda selama beberapa saat, dan itu bisa kita gunakan untuk menyelinap masuk!"
"Tapi, bagaimana caranya agar kita bisa masuk secara bersamaan?" tanya Aland begitu Rei menjelaskan rencana yang telah di buat William.
"I can handle it!" kata Elvina sambil menunjukkan kekuatannya. "Aku akan membuat perisai bola dari kekuatanku. Dengan begitu, William hanya perlu berlari membawa kita di dalamnya."
"Nice idea!" Lucy tersenyum.
"Okay, kalau begitu ayo bergerak!" Rei dan yang lainnya segera mempersiapkan diri di posisi masing-masing.
Elvina menciptakan sebuah bola besar yang menjadi perisai mereka sementara William menyiapkan diri untuk berlari. Aland, Rei dan Lucy saling berpegangan pada Elvina dan William.
Mereka menunggu sejenak hingga mendapatkan timing yang tepat.
Dalam satu gerakan, William berlari membawa semuanya menuju kapal. Setelah masuk ke kapal, mereka bergegas bergerak menuju arah deck kapal lewat pintu yang ada.
William baru berhenti ketika mereka akhirnya menemukan tempat yang aman untuk bersembunyi.
"Ada lebih banyak orang di dalam. Bagaimana sekarang?" kata Elvina.
"Kita tidak bisa masuk begitu saja. Apalagi dalam keadaan banyak sekali orang seperti ini," gumam Rei.
"Lantas sekarang bagaimana kita bisa menemukan Andrich dan Melinda sementara kita saja tidak bisa bergerak, bahkan kita tidak tahu kemana mereka pergi," ujar William.
"Kau benar. Itu berarti, pertama-tama kita harus mengetahui di mana lokasi Andrich dan Melinda berada. Liana, apakah kau bisa mendeteksi keberadaan mereka di kapal ini?" Rei beralih fokus pada Lucy.
"Aku akan coba tanyakan pada Ethan," jawabnya yang langsung bertanya pada rekan mereka yang berada di London itu.
"Ethan bilang mereka ada di salah satu ruangan di kapal ini. Ruangan itu berada di deck bagian belakang."
"Sekarang bagaimana caranya agar kita bisa menuju deck belakang? Kita saja bahkan tidak tahu jalan yang benar menuju deck belakang 'kan?" Elvina menatap teman-temannya bergantian.
"Mungkin aku punya solusinya." Lucy mengotak-atik layar hologram yang tampil pada thorny bites miliknya. Ia meminta bantuan Ethan untuk mengirimkan denah dari kapal yang mereka tumpangi pada mereka.
"Aku sudah mendapatkan denahnya," kata Ethan di seberang sana sambil mengirimkan denah gambar berisi ruangan apa saja yang ada di dalam kapal itu pada mereka.
"Terima kasih." Lucy menampilkan denah itu pada teman-temannya.
"Ini. Kalau Melinda dan Andrich berada di deck belakang, maka kita harus mengikuti jalur ini." Lucy menunjuk salah satu jalan di denah yang mereka dapatkan.
"Sekarang titik kita di sini, sekarang bagaimana kita bisa menyelinap ke sini sedangkan pasti ada banyak penjaga di sekitar sini."
...***...