
...***...
"Kau memang tidak ada habisnya mengganggu hidupku!" Elvina menatap tak bersahabat ke arah Joe yang kini terus melangkah lalu berhenti sekitar beberapa meter dari arahnya berada.
"Lagipula siapa suruh kau begitu keras kepala dan terus menolak untuk ikut denganku? Jika saja kau mau mengikuti perintahku untuk ikut, maka aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu!"
"Ikut denganmu? Bermimpilah! Aku tidak akan pernah kembali ke tempat si tua bangka itu! Lagipula kenapa kalian begitu berambisi untuk menangkapku dan adikku?"
"Tentu saja karena kalian adalah aset berharga kami!"
Bzzzttt!
Joe mengayunkan tangannya menyerang Elvina dengan kekuatannya.
Elvina menahan serangan Joe dengan kemampuannya, ia membuat perisai guna melindungi tubuhnya dan Leon yang kini terbaring tanpa bisa bergerak sama sekali.
Di sini terlalu berbahaya, ada banyak orang. Kalau aku terus melawannya di sini, bisa-bisa semua orang tak bersalah ikut menjadi korban. Aku harus memikirkan cara agar bisa membuat mereka aman, termasuk Leon. Elvina memikirkan cara agar ia bisa menyelamatkan semua orang dan tak melibatkan mereka dalam pertarungannya.
Joe menghentakkan kedua tangannya. Elvina terpental di buatnya. Wanita itu terhempas jauh ke tanah dan berguling sebelum akhirnya berhenti di dekat beberapa stand makanan yang ada di sana.
Brukk!
Tubuhnya menyentuh kasar tanah. Elvina meringis kesakitan saat sekujur tubuhnya bergesekan hingga menciptakan luka, ia memegangi perutnya. Serangan Joe tepat mengenai bagian perutnya.
"Kali ini aku akan benar-benar membawamu pada profesor. Aku akan berjuang untuk menangkapmu tak peduli walaupun aku harus terluka seberapa parah!" Joe bergerak menghampiri Elvina.
Aku tidak boleh tertangkap! Aku harus bisa melarikan diri. Elvina berusaha untuk bangkit. Dengan tergopoh-gopoh, akhirnya ia berhasil bangun dari jatuhnya.
Joe berusaha mengimbangi setiap serangan Elvina, dan setiap serangan wanita itu berhasil ia tangkis dengan mudahnya.
"Kali ini aku tidak akan kalah!" Joe menggerakkan tangannya, balik menyerang Elvina yang berada di sana.
Elvina segera menghindar, ia melompat sebelum serangan Joe berhasil mengenainya lagi.
Aku harus mencari tempat yang lebih sepi, pikir Elvina. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Terlalu ramai, dan dirinya sama sekali tak bisa bertarung di sana.
Bzzzttt!
Joe menyerangnya lagi. Tepat ke arah tubuh Elvina ketika dirinya sedang dalam keadaan lengah.
Elvina terguling, terhempas cukup jauh dari posisinya. Elvina kini berada dalam posisi tengkurap, beberapa bagian tubuhnya mulai lecet akibat hantaman keras pada benda-benda di sekelilingnya.
"Ada apa ini? Kenapa kau lebih lemah dari biasanya?" Joe terkekeh pelan melihat Elvina yang sudah dua kali menerima serangannya.
S… sial, kenapa aku bisa lengah?! Elvina mendongak menatap Joe, lelaki itu kini kembali mendekat ke arahnya.
Aku tidak boleh hanya diam saja dan menghindar dari serangannya. Aku harus membuat dia terpojok hingga pergi dari tempat ini! Elvina bangun tertatih. Begitu berhasil berdiri, ia segera memasang kuda-kuda. Bersiap untuk menyerang Joe.
"Bagus, ayo serang aku seperti biasanya Elvina! Kalahkan aku lagi jika kau bisa!" Joe menantang.
"Kau sangat ingin aku kalahkan? Dengan senang hati!" Elvina menyeringai. Ia menyerang Joe dengan kemampuannya. Kakinya tak diam.
...***...