Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 269 - Danau



...***...


Elvina balik menendang Joe dengan sekuat tenaganya.


Srakk!


Joe terdorong ke belakang. Beruntung kakinya berhasil menahan pergerakannya.


"Arghh…" Joe memegangi perutnya yang terasa sakit. Ia mendongak menatap wanita dihadapannya.


D… dia bukan Elvina. Tenaganya seperti seorang laki-laki. Tapi, kenapa bisa? Siapa dia sebenarnya? Kemana Elvina? Joe membatin. Ia menatap tajan Elvina yang dengan mudahnya mengalahkan dirinya.


Joe kembali bergerak. Melompat ke arah Elvina, memberikan tinjunya. Dengan satu tangan, Elvina menahan kepalan tangannya.


Elvina menghentakkan tangan hingga membuat Joe terhempas.


"Argh…" Joe tergopoh-gopoh.


"Elvina!" Rei tiba di sana, berlari menghampiri wanita yang menjadi adik sepupunya itu.


Kalau aku tidak bisa menangkap Elvina, maka dia pun jadi! Joe menoleh ke arah Rei yang berlari menghampiri mereka.


Joe menggerakkan tangannya, menghempaskan kuat-kuat tangannya hingga membuat Elvina terpental.


"Argh…" Tubuhnya terguling di tanah.


"Elvina!" Rei menghentikan langkahnya, ia bergerak hendak menghampiri sepupunya itu.


Joe bergerak cepat, ia berlari ke arah Rei. Melompat tinggi hingga tubuhnya mendarat di atas Rei.


Brukk!


Rei tersungkur di tanah dengan posisi tengkurap, Joe berada di atasnya. Tangannya terangkat, belum sempat Rei bangun, Joe lebih dulu menyengat Rei dengan kekuatan listriknya hingga Rei mengerang.


"Arghh!" Rei memberontak. Ia bangun dari posisinya. Joe mencengkram Rei erat, membuat tubuh lelaki itu menempel di tubuhnya.


Rei memberontak berusaha membuat Joe turun dari tubuhnya. Ia terus bergerak, namun Joe semakin mengencangkan pegangannya hingga membuat tubuh Rei bergerak tak seimbang.


Ia terus bergerak hingga kakinya tersandung pada batu besar yang ada.


Byuurrr!


Rei tidak bisa bernapas. Ia menggerakkan tangannya, menyikut tubuh lelaki itu berulang kali. Namun gagal membuat cekikannya lepas.



Di sisi lain. Elvina bangun tertahan. Ia mendongak, menatap ke arah danau yang basah.


"Tuan…" Louis melotot menatap tuannya dalam bahaya. Ia bangun cepat-cepat, berlari keluar dari tubuh Elvina dan segera menceburkan diri ke dalam air.


"El!" William tiba di sana. Ia segera menghampiri kakaknya yang kini memegangi kepalanya yang terasa sakit. "Kau baik-baik saja? Dimana Rei?" William tampak cemas.


"R… Rei?" Elvina menampakkan raut wajah bingung. "Aku tidak melihatnya."


"Apa yang kau bicarakan! Dia kemari untuk membantumu sejak tadi!" William semakin cemas.


"Aku tidak ingat apa-apa. Yang terakhir aku ingat adalah saat aku berusaha untuk bangun sedangkan Joe berjalan menuju ke arahku."


"Apa?! Lalu kemana Rei?" William mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari keberadaan sepupunya.


"Gawat, apa yang sebenarnya terjadi?" Elvina bangun tapi kesulitan. William membantu Elvina untuk bangun.


"Jangan-jangan…" William menoleh ke arah danau sebelum akhirnya beralih memandang Elvina.


"D… dia masuk ke danau." Elvina membulatkan mata.


Elvina dan William bergegas menghampiri tepi danau guna memastikan apakah Rei ada di sana.


"Apa yang harus kita lakukan?" Elvina menoleh ke arah William.


"Aku akan membantunya. Aku akan mencarinya ke bawah sana."


"Tapi danau ini sangat dalam, aku tidak ingin kau juga sampai terjebak di dalam sana."


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Tidak mungkin kita diam saja, kan?"


"Kita harus cari cara lain."


...***...