Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 130 - Tampak diantara cermin



...***...


Setidaknya dengan adanya chef dan manajer restoran menghampiri meja mereka, itu mengalihkan perhatian Leon darinya. Jadi Elvina bisa melarikan diri dan menenangkan dirinya sejenak di dalam toilet.


Elvina membasuh wajahnya dengan air keran yang ada. Wajahnya terasa panas karena kesal dengan tingkah atasannya itu yang selalu seenaknya sendiri.


Elvina terlalu fokus dengan dirinya sendiri sampai-sampai tidak sadar kalau Melinda sudah menyelinap masuk diantara celah pintu yang terbuka cukup lebar.


Wanita itu menutup pintunya rapat dan menguncinya tanpa membuat Elvina tersadar akan kehadirannya.


Setelah membasuh wajahnya berulang kali dengan air, Elvina kemudian mengambil beberapa lembar tisu dan mengelap wajahnya agar kering. Beruntung make up yang dikenakannya anti air, jadi tidak luntur walau sudah dibilasnya.


Elvina terdiam seketika saat instingnya mengatakan kalau ada seseorang yang sedang mengawasinya.


Elvina menoleh ke arah pintu masuk. Tidak ada siapa-siapa di sana kecuali dirinya seorang.


Aku merasa ada orang yang sedang mengawasiku, tapi tidak ada siapa-siapa di sini. Tampaknya hanya perasaanku saja, batinnya. Elvina kembali mengelap wajahnya dengan tisu ditangannya.


Elvina… Mendadak suara Rei berdengung di kepalanya. Elvina cukup terkejut dengan itu, jujur saja dirinya masih belum terbiasa dengan Rei yang memiliki kemampuan telepati seperti saat ini.



Rei? Kaukah itu? Elvina membalas dengan pikirannya.


Ya, ini aku.


Kau membuatku terkejut. Kenapa kau tiba-tiba melakukan telepati?


Aku hanya mencobanya dan memastikan apakah ini bekerja atau tidak, dan sepertinya benar-benar bekerja. Ada sesuatu yang ingin aku beritahukan padamu.


Sesuatu apa?


Benarkah? Tapi… itu hanya mimpimu, buktinya aku baik-baik saja sampai sekarang. Aku sekarang sedang di dalam toilet sendirian, dan aku baik-baik saja.


Tidak, kau harus percaya padaku! Karena apa yang aku lihat di mimpiku selalu menjadi nyata. Bahkan saat kau terluka waktu itu, aku tahu kau dari mimpiku.


Tapi aku benar-benar tidak apa, Rei…


Lihat ke arah cermin.


Cermin? Elvina menoleh sesuai ucapan Rei, dan bersamaan dengan itu Elvina dapat melihat sosoknya.


Elvina bisa melihat Melinda yang kini berada di sudut toilet sedang mengunci satu persatu bilik yang ada lalu mengambil alat pel untuk memukulnya dari arah belakang.


Aku melihatnya… pikirnya.


Dibelakangnya Melinda terlihat mengangkat gagang alat pel dan siap untuk memukulnya dari arah belakang.


Elvina berbalik spontan dan refleks menggunakan kekuatannya untuk melindungi diri. Gagang pel tersebut sampai patah dan terpental jauh akibat benturan yang cukup keras pada bagian perisai medan gaya milik Elvina.


Melinda menampakkan wajahnya. Ia menyeringai menatap Elvina yang kini menatapnya tajam.


"Heh, seharusnya aku lebih cerdas," gumamnya. Ia baru sadar kalau dirinya tampak di cermin walaupun menggunakan kekuatan untuk menghilangkan diri.


"Siapa kau?!" Elvina mengerutkan kening. Ia tidak mengerti kenapa Melinda ingin memukulnya dari arah belakang.


Melinda melangkah hendak mendekat, tapi langkahnya tertahan saat sengatan listrik pada medan gayanya menyengat tubuhnya.


Melinda melangkah mundur, mau tidak mau dirinya jadi harus bergerak dibelakang medan gayanya.


...***...