Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 273 - Kejutan



...***...


"Aku akan melindungimu dan memastikan kau senantiasa aman. Aku tidak ingin sampai kulitmu yang indah ini lecet sedikitpun." Leon tersenyum, beradu pandang dengan Elvina.


Wajah Elvina memanas, kulit putih di wajahnya berubah merona saat kalimat itu terlontar dari mulutnya.


Leon menundukkan kepalanya dan kembali fokus pada lukanya. Membalut luka Elvina hingga tertutup sempurna.


"Selesai," gumamnya begitu selesai mengobati dan membalut seluruh lukanya.


"Terima kasih."


"Tidak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi tugasku sebagai kekasihmu."


"Kekasih? Memangnya sejak kapan aku menganggapmu sebagai kekasihku?"


"Haha, aku lupa kalau kau masih belum menerimaku sebagai kekasihmu." Leon terkekeh pelan, tangannya sibuk membereskan semua obat itu kembali ke dalam kantong plastiknya. Ia beranjak bangun dari posisinya.


"Omong-omong ini sudah siang, apa kau lapar? Bagaimana kalau kita makan siang dulu, setelah itu pergi ke tempat lain?" Leon melirik jam di pergelangan tangannya.


"Boleh."


"Kalau begitu ayo pergi." Leon menarik tangan Elvina. Selanjutnya mereka mengunjungi salah satu restoran bergaya Prancis dengan hidangan elite tentunya.


Elvina dan Leon duduk di salah satu meja yang terletak di dekat jendela. Restoran itu berada di lantai lima belas dengan view langsung menghadap ke arah bangunan-bangunan pencakar langit yang berpadu dengan ramainya kota.


Leon mengambil buku menu yang ada, ia segera memesan dua makanan serupa untuk menemani jam makan siang mereka.


Setelah menunggu beberapa saat, tak lama kemudian makanan yang mereka pesan tiba di meja makan.


Elvina dan Leon segera menikmati hidangan mereka sambil mengobrol banyak hal bersama, sesekali Elvina terkekeh saat Leon menceritakan kejadian lucu ketika ia tinggal di Paris dulu.



...*...


Malam tiba. Leon dan Elvina kini berada di dalam mobil. Setelah menghabiskan sisa waktunya, Elvina kasih diam dan memikirkan jawaban yang tepat untuk Leon.


Bagaimana cara aku menjelaskan semuanya pada Leon? pertanyaan serupa terus berputar dalam benaknya.


Leon menoleh sekilas pada Elvina. "Bagaimana kalau sebelum pulang, kita pergi ke suatu tempat lebih dulu?"


Elvina tersadar dari lamunannya, ia refleks menoleh ke arah lelaki yang baru saja berujar.


"Huh? Kemana?"


"Kau akan tahu setelah kita tiba di sana." Leon merekahkan senyum. Elvina hanya bisa diam dengan wajah penasaran.


Setelah berkendaraan beberapa saat, akhirnya mereka tiba di sebuah lahan parkir.


Leon menaruh mobilnya di lahan yang ada di sana lalu melangkah keluar dengan diikuti Elvina.


Elvina menaikkan sebelah aslinya bingung kala Leon membawanya ke sebuah taman.


"Kenapa kita kemari?"


"Kita habiskan sisa waktu kita di sini sebelum pulang." Leon menarik tangan Elvina menuju arah taman.


Sepi. Tidak terlalu banyak orang yang berkunjung ke sana, bahkan jumlah yang berkunjung bisa dihitung dengan jari.


Leon menarik tangan Elvina, membawanya ke sisi lain taman. Di sana, di dekat tempat air mancur berada.


Elvina melihat kelopak bunga mawar dengan warna merah muda yang bertaburan membentuk hati, dengan beberapa hiasan cahaya lilin di sekelilingnya.


Elvina menghentikan langkah kakinya. Raut wajah terkejut sama sekali tidak dapat ia sembunyikan.


"Kejutan!"


Elvina menoleh padanya.


...***...