Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 427 - Berhubungan



...***...


"Eth, bantu kami. Lacak kembali alat yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dan awasi selama dua puluh empat jam!" perintah Lucy padanya begitu mereka berdua menghentikan laju mobilnya di apartemen yang di pinjamkan oleh Maxime padanya.


"Baik Lou, akan aku lakukan."


"Terima kasih."


Lucy dan Aland melangkah masuk ke dalam apartemen mereka. Keduanya duduk di ruang tengah sembari terus mencerna kalimat yang terlontar dari bibir Rei, Elvina dan William.



...*...


Andrich membawa tuannya ke ruangannya. Setelah berhasil melarikan diri dari serangan Louis dan Rei, ia memutuskan untuk membawa tuannya ke tempat yang aman. Dan di sinilah dia sekarang, di markas mereka.


"Tuan tidak apa-apa?" Andrich memastikan tuannya baik-baik saja.


"Kau bodoh! Apa yang kau lakukan? Kenapa anak buahmu itu jatuh menimpa tubuhku?" pekik pria itu dengan wajah kesal.


"Aku benar-benar minta maaf, tuan. Ini semua terjadi diluar dugaanku."


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia bisa jatuh dan menghantam tubuhku? Apakah dia yang melakukannya? Pria yang kau maksud memiliki kemampuan dan energi seorang evolver padahal adalah seorang manusia murni?"


"Benar, tuan. Memang dia yang melakukannya, lebih tepatnya adalah anak buahnya."


"Apa maksudmu dengan anak buahnya? Dia hanya datang sendiri, tadi! Selain itu, yang lain masih bersusah payah untuk bebas dari anak-anak buahmu."


"Dia tidak sendirian. Dia memiliki seorang makhluk yang tak kasat mata dengan kekuatan super dahsyat."


"Apa? Maksudmu seperti kau yang bisa mengendalikan makhluk-makhluk gaib?"


"Berapa jumlahnya?"


"Satu."


"Hanya satu?! Kenapa anak buahmu bisa kalah hanya melawan satu orang saja? Padahal kau bilang makhluk yang tadi berdiri melindungi kita adalah yang paling besar! Lalu kenapa bisa kalah?!"


"Dia memang memiliki kemampuan yang benar-benar kuat. Terakhir kali aku bertarung dengannya, aku kalah, tuan. Karena dia memiliki lebih dari satu kemampuan, seperti tuannya."


"Apa?!" Tuannya terdiam mencerna setiap kalimat yang terlontar dari mulutnya.


"Ini jadi semakin menarik. Aku jadi semakin penasaran dengan siapa sebenarnya pria itu, dan alasan kenapa dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat." Tuannya itu bergumam pelan.


"Kau tahu siapa namanya?" Pria itu berbalik arah menatap Andrich.


"Rei, tuan. Namanya Rei, dia adalah kekasih dari Lusia."


"Apa? Lusia?"


"Benar."


Pria itu terkekeh pelan mendengar penuturan Andrich. "Ternyata orang yang berusaha kita selidiki masih berhubungan erat dengan orang yang berusaha kita tangkap…"


"…Andrich! Aku memerintahkanmu untuk mempercepat penangkapan Lusia seperti yang telah aku minta, dengan begitu… aku yakin, Rei akan datang dengan sendirinya pada kita. Tidak mungkin, dia tinggal diam saja sementara tahu kalau kekasihnya di culik 'kan? Kita tangkap Lusia, dan begitu Rei datang untuk menyelamatkannya, di saat itulah kita tangkap dia dan pastikan apakah dia evolver atau bukan. Kalau memang dia evolver, maka ini akan makin menguntungkan kita. Karena dengan begitu, dia akan menjadi alat sempurna untuk menguasai dunia."


Pria itu mengepalkan tangannya erat, ia tertawa kencang membanggakan ide cemerlang yang telah dibuatnya untuk menangkap Lusia dan menyempurnakan rencananya untuk menguasai dunia.


Andrich hanya diam menurutinya.


...***...