Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 521 - Lorong bawah tanah



...***...


"Sial!" pekik Joe uang segera mengangkat tubuh Derek dan membawanya menuju pintu keluar. Bagaimanapun caranya, Joe harus membawa Derek keluar dari sana. Ia harus bisa menyelamatkan adiknya.


Brakk!


Satu pintu gerbang turun. Joe berhasil melewatinya. Ia terus berlari sekencang mungkin melewati dua pintu lain dihadapannya.


Hanya sedikit lagi, pikirnya ketika ia bisa melihat tiga gerbang terakhir menuju pintu keluar.


Ia mempercepat langkahnya. Pintu-pintu itu semakin bergerak turun, merendah dari posisi semula.


Brakk!


Satu pintu turun, tersisa dua pintu lain.



Bertahanlah. Kita akan keluar dari sini secepatnya! Aku janji.


Joe melangkah sebisa mungkin. Pintu dihadapannya terus bergerak turun dan nyaris saja membuatnya terhimpit ketika melewatinya.


Brakk!


Satu pintu terakhir tertutup bersamaan dengan pintu yang baru saja dilewatinya.


"Tidak! Arghh!" Joe mengerang kesal.


Apa yang harus kulakukan? Aku harus keluar dari sini secepatnya! Joe semakin resah karena pintunya tertutup.


Ia mencoba mencari cara agar bisa keluar dari ruangan itu.


"Menyerahlah, Joe! Kau tidak akan pernah bisa keluar dari sini! Tidak, untuk seorang penghianat sepertimu!" Suara seseorang di alarm di dengarnya.


Joe mendongak menatap ke arah pengeras suara yang ada di pojok dinding.


Bzztt!


Joe menyerang benda itu hingga hancur akibat sengatan dari listrik miliknya.


Aku pasti bisa keluar! Joe mengepalkan tangan. Ia segera mencari cara agar bisa pergi dari sana dengan membawa adiknya.


Joe mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Berpikirlah, Joe. Berpikir!


Perhatiannya langsung tersita oleh suara yang di dengarnya. Suara itu berasal dari ventilasi udara yang ada di ruangan itu.


Oh, benar! Aku ingat. Di setiap tempat di gedung ini memiliki tiga akses masuk yang berbeda.


Jalan masuk utama yang ada di atas tanah, ventilasi udara, dan lorong di bawah tanah.


Itu artinya, aku bisa menggunakan lorong bawah tanah agar bisa keluar. Apalagi tidak ada banyak orang yang tahu tentang lorong bawah tanah.


Ini bisa aku manfaatkan.


Joe menurunkan tubuh Derek. Ia segera mencari tombol khusus untuk membuka lubang menuju lorong bawah tanah.


Joe menekan tombol itu dan menarik penutupnya cepat begitu ia menemukan apa yang dicarinya.


Joe menyeka keringat yang membasahi keningnya.


Dia bergegas mengangkat tubuh Derek dan menggendongnya di punggung seperti sebelumnya.


"Kita pasti selamat, aku janji," gumam Joe yang lalu melompat turun dan mendarat dengan kedua kakinya.


Brukk!


Tubuhnya berhasil tiba di bawah dengan selamat. Ia menoleh ke kiri dan kanan. Semua lorong bawah tanah itu seperti biasanya selalu tenang tanpa ada yang menjaga.


Bagus, pikirnya. Ia segera berlari menuju arah lain lorong hingga akhirnya tiba di sebuah pintu yang menghadap ke selatan.


Joe mencari-cari tombol untuk membukanya.


Drrtt…


Dinding kembali bergetar ketika pintu itu terbuka. Begitu terbuka, Joe bisa melihat pemandangan luar gedung yang tampak sepi di tengah malam.


Ia segera berlari keluar dari sana.


Di sisi lain, di bagian atas jalan, orang-orang terdengar ricuh mencari Joe yang mendadak hilang dari lorong semula dirinya terjebak.


"Dia di sana!" teriak salah satu penjaga yang menyadari Joe berlari menuju arah gerbang kedua.


"Kejar!" teriak yang lain sambil berlarian mengejar Joe.


Joe terus berlari.


...***...