Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 97 - Tarakan



...***...


Nils adalah evolver, sama seperti Derek yang memiliki dua kemampuan berbeda. Mereka bertemu untuk pertama kalinya di laboratorium, saat itu Derek dan Nils masih dalam pengawasan dari profesor dan evolver lab lainnya.


Setelah menjalani masa-masa di laboratorium, Derek dan Nils keluar bersamaan dan di kirim kembali ke tempat masing-masing.


Joe yang saat itu masih bertugas di laboratorium meminta Nils untuk menjaga Derek. Ketika itu Nils sering mendapatkan proyek besar di Indonesia, khususnya Kalimantan daerah Tarakan.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, mereka akhirnya tiba di depan sebuah bangunan besar yang cukup mewah. Bangunan itu tidak lain adalah rumah milik Nils yang ia gunakan selama mengurus proyeknya di Tarakan.


Derek dan Nils melangkah keluar dari dalam mobil. Derek berdiri di depan pintu mobil dengan kepala mendongak menatap bangunan indah milik temannya itu.


"Tampaknya kau sangat sukses sampai bisa membangun rumah sebesar ini hanya untuk mengurus pekerjaanmu di sini." Derek beralih fokus sejenak pada lelaki itu.


"Haha, begitulah." Nils menutup pintu mobilnya. Menghampiri Derek yang telah berdiri dengan tas backpack dipundaknya.


"Aku penasaran dengan isinya."


"Kalau begitu ayo masuk, akan aku ajak kau berkeliling. Kau pasti akan sangat nyaman tinggal di sini, apalagi tempat ini sangat tenang." Nils menghampiri pintu masuk dengan Derek yang berjalan dibelakangnya.


Tiba di dalam, Derek dibuat takjub dengan desain ruangannya yang begitu berkonsep dan sangat rapi. Semuanya tampak sangat indah dan nyaman, apalagi dengan beberapa hiasan dinding yang tampak sederhana namun tak mengurangi estetika ruangannya.


"Selamat datang di kediamanku."


"Wah, benar-benar tampak nyaman. Aku suka dengan desainnya." Derek mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Terima kasih. Omong-omong silahkan duduk, kau pasti lelah karena perjalanan yang cukup jauh, 'kan? Aku akan membuatkanmu minuman dan membawakan camilan untukmu." Nils beranjak menuju ruang dapur sementara Derek menghampiri sofa empuk yang ada dan duduk di sana dengan tas yang ia taruh disampingnya.



Pukul sembilan malam. Setelah selesai makan malam bersama, Derek dan Nils terduduk di ruang tengah. Nils sibuk dengan pekerjaannya, fokusnya sejak tadi terus pada layar laptop yang berada dalam pangkuannya.


Derek disampingnya menikmati camilan yang diberikan oleh Nils dengan di temani secangkir kopi hangat guna menemani malam yang cukup dingin.


"Omong-omong pekerjaan apa yang harus kau lakukan di sini?" Nils mengambil salah satu berkas yang ada di atas meja kemudian mengeceknya ulang.


Derek menyesap pelan kopinya sebelum menjawab, "Aku akan meneliti biota laut di sini," tuturnya tenang.


"Begitu rupanya. Tapi… kenapa di Tarakan? Bukankah kau bisa meneliti biota laut di bagian Indonesia lainnya?" Nils menatap Derek dengan penuh tanya.


Derek menaruh cangkir dalam genggamannya ke atas meja. "Dalam kurun waktu setahun terakhir, aku sudah meneliti seluruh ekosistem laut di Indonesia dan yang tersisa hanya di sini. Aku sama sekali belum meneliti ekosistem di Tarakan, maka dari itu aku memutuskan untuk kemari."


Nils yang mendengar hanya manggut-manggut menanggapi ceritanya. Derek beranjak dari tempat duduknya.


"Kau mau pergi kemana?" tanya Nils.


"Mencari udara segar. Aku ingin menikmati udara malam dulu sebelum memulai penelitianku besok."


"Sepertinya kau sudah tidak sabar untuk memulai."


Derek terkekeh menanggapi perkataan dari Nils itu.


...***...