
...***...
Rei mengambil jaket dan kunci motornya. Segera ia melangkah keluar dari dalam rumah guna mencari keberadaan Elvina dan memastikan keadaannya baik-baik saja. Entah kenapa, namun instingnya mengatakan kalau Elvina sedang berada dalam bahaya besar, apalagi setelah mimpi yang baru di alaminya ketika secara tidak sengaja tertidur.
Tiba di luar, Rei segera menggunakan motornya untuk mencari Elvina. Walaupun tidak yakin apakah ia akan bisa menemukan Elvina atau tidak, terlebih Rei sama sekali tidak tahu dimana Elvina bekerja. Ia hanya berpegang pada hati dan pikirannya, melaju mengikuti instingnya yang sejak tadi memberikannya instruksi untuk bergerak sesuai dengan arahannya.
Elvina, bertahanlah… aku akan ke sana, batin Rei yang terus memacu motornya lebih kencang lagi, melewati jalanan yang sudah tidak terlalu padat oleh mobil yang berjejer.
...*...
Rei… batin Elvina, ia membulatkan matanya. Sangat jelas ia dapat mendengar suara Rei teringat dalam pikirannya, mengatakan kalau Rei tengah dalam perjalanan untuk membantunya.
Elvina mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tidak ada Rei dimana pun.
A… aku pasti hanya berhalusinasi, pikir Elvina yang kemudian berusaha untuk bangkit sebelum mereka semua berhasil menangkapnya.
Joe melangkah semakin dekat ke arah dimana Elvina berada.
...*...
Ciiittt!
Rei menghentikan motornya spontan. Ia nyaris saja menabrak tiang di tepi jalan karena tidak fokus berkendara.
Rei melepaskan helmnya sebentar, ia memegangi dadanya. Rei merasakan jantungnya yang masih terus berpacu begitu cepat.
"Apakah hanya perasaanku saja?" gumamnya pelan. Rei memejamkan kedua matanya sembari menghela napasnya pelan.
A… ayo berpikir Elvina. Pi… pikirkan cara agar kau bisa lolos dari mereka, pikir Elvina yang masih berusia untuk bangun. Joe dan anak buahnya semakin dekat menuju arah Elvina.
"Menyerahlah dan jangan mempersulit keadaan kami," ucap Joe pada Elvina.
Menyerah mereka bilang? Tidak akan semudah itu, batinnya. Elvina terus berusaha memikirkan cara agar bisa lolos dari mereka. Tak lama sebuah ide terlintas di benaknya.
"Aku tahu, aku akan menggunakan sisa tenaga yang aku miliki untuk menyerang mereka setelah itu aku harus berlari sekuat tenaga yang aku miliki," gumamnya pelan. Elvina mulai memusatkan sebagian energinya pada kedua telapak tangannya. Begitu Joe semakin dekat, Elvina segera menyerang mereka dan bangun dengan tergopoh-gopoh.
Elvina berlari secepat yang ia bisa. "Kejar dia!" teriak Joe pada anak buahnya dalam posisi jatuh di tanah. Mereka semua segera bergerak mengejar Elvina yang menjauh dari mereka.
Rei membuka kedua matanya. Lagi-lagi ia melihatnya, melihat Elvina yang tengah dalam posisi sulit. Firasatnya semakin mengatakan kalau Elvina membutuhkan bantuannya.
"Aku harus cepat," gumam Rei yang kembali menggunakan helmnya dan segera memacu motornya pergi dari sana.
Jangan menyerah El… aku tau kau pasti bisa lari dari mereka. Bertahanlah, sebentar lagi aku akan segera menemukan keberadaanmu, ucap Rei dalam hatinya.
Rei? Apakah ini benar-benar dirimu yang berbicara? Tiba-tiba suara Elvina kembali terdengar di dengan jelas di telinga Rei. Membuat laki-laki itu terkejut.
Elvina? Kau bisa mendengarku? tanya Rei.
Y… ya, aku bisa mendengar suaramu, katanya.
...***...