Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 229 - Penukaran jiwa



...***...


Pria itu kebingungan saat kini justru dirinya yang berada dalam kuncian Louis yang kini menghimpit tubuhnya pada dinding.


Pria itu memberontak keras berusaha membebaskan dirinya dari cengkramannya.


Ia melirik ke arah Louis lewat ekor matanya, namun ada yang membuatnya terkejut saat melihat siapa yang kini sedang menghimpit tubuhnya pada dinding.


K… kenapa bisa aku menghimpit tubuhku sendiri pada dinding? pikirnya saat melihat dirinyalah yang kini menghimpit tubuhnya.


Bukan dirimu yang menghimpit tubuhmu sendiri, melainkan aku yang berpindah pada tubuhmu. Aku menukar jiwa kita! Louis menyeringai menatapnya yang terlihat begitu terkejut.


A… apa? Wajahnya berubah pucat saat sadar jiwanya saling bertukar dengan Louis.


Louis berada dalam tubuhnya, dan dirinya berada dalam tubuh Louis. Hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya kalau kemampuan seperti ini benar-benar ada.


Louis dengan menggunakan tubuh pria itu mencengkeram kuat tubuh aslinya, melepasnya dari dinding dan mengangkat kuat tubuhnya lalu menghantamnya kuat ke arah tanah.


Pria itu meringis kesakitan. Ia tak bisa berkutik sama sekali, apalagi kekuatannya sama sekali tak berfungsi saat dalam tubuh Louis seperti ini.


"Sekarang kau akan membayar atas perbuatanmu!"



...*...


Rei menghentikan langkahnya. Sudah sangat lama dirinya mencari keberadaan Lusia, tapi tak kunjung ia temukan di manapun.


Aku benar-benar tidak dapat menemukannya di manapun, kemana sebenarnya mereka membawa Lusia? Rei kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling, semua jalan sudah ia lewati.


Rei sudah melewati setiap koridor, setiap ruangan, dan setiap tempat yang kemungkinan mereka pakai untuk menyekap Lusia. Namun setelah mencarinya hampir satu jam, Rei sama sekali tak dapat menemukan keberadaannya.


Bangunan sekolah yang terlalu besar membuat Rei benar-benar menghabiskan banyak waktu untuk mencari keberadaan gadis itu.


"Dimana kemungkinan mereka menyembunyikan Lusia?" Rei berusaha berpikir sejenak.


...*...


Brukk!


Tubuhnya terhempas hingga tak berdaya. Louis yang berada dalam tubuh pria itu, benar-benar sudah membuatnya sengsara akibat perpindahan jiwa yang ia lakukan.


Louis berdiri tegap dihadapannya, ia kini melihat tubuhnya yang terkapar di tanah dengan tidak berdaya.


"Kau kalah!" Louis menyeringai.


Tampak di bawahnya, pria itu tak dapat berbuat apa-apa selain berusaha bertahan hidup, mengatur napasnya yang benar-benar semakin tipis.


Pandangannya mulai mengabur, dan nyaris tak sadarkan diri.


Begitu hampir tak sadarkan diri, Louis segera menukarkan kembali jiwa mereka pada tubuh masing-masing.


Pria itu tersungkur dalam keadaan tak sadarkan diri dalam tubuhnya sendiri, beberapa memar dan luka yang semula ia dapat dari tubuh Louis, kini beralih pada tubuhnya.


Louis berdiri menatap pria itu terkapar di hadapannya. Walaupun tubuhnya yang ia lukai, tapi yang terluka tetap saja pria itu.


"Aku harus pergi membantu tuan." Louis bergegas pergi dari tempatnya, ia hendak membantu Rei yang sejak tadi tak kunjung kembali dari usahanya menyelamatkan Lusia dari tempat di balik dinding beton yang dilihatnya.


Louis berdiri di depan pintu yang dilihatnya, segera Louis masuk lewat pintu yang di lihatnya.


Tiba di tempat yang sama, di balik pintu itu. Louis mulai berlari, dan mulai mencari Rei diantara makhluk-makhluk menyeramkan yang kini muncul memenuhi tempat tersebut.


Tuan, kau dimana? Louis berusaha terhubung dengan Rei lewat kemampuan telepatinya.


...***...