Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 469 - Melacak Joe



...***...


"Jadi, mereka mencariku?" William terdiam mendengar ucapan Louis barusan.


Louis berjongkok di hadapan William.


"Aku akan bisa membantumu. Melacak keberadaanmu dan mengetahui tempat dimana kau di sekap," katanya. Air muka lelaki itu berubah serius.


"Benarkah? Bagaimana caranya?" William menatapnya dengan wajah yang mulai berbinar.


"Kau hanya perlu membawaku menuju mimpi Joe."


"Bagaimana caranya? Jangankan membawamu ke sana. Aku saja bahkan tidak tahu caranya," ujar William yang merasa kalau kalimat Louis barusan benar-benar tidak masuk di akalnya.


William tidak tahu bagaimana caranya membawa William masuk ke dalam mimpi Joe, bahkan ia juga tidak yakin apakah hal itu akan membantu Rei dan Elvina.


"Itu mudah. Kau hanya perlu menatap kedua mataku lekat." Louis memegangi bahu William yang terduduk dihadapannya.


William beradu tatap dengan Louis. Walau masih ragu, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.


Louis menatap lekat William.


Aku pasti akan menemukanmu! pikir Louis. Perlahan, ia melihat sesuatu di kedua iris mata William. Bukan pantulan wajahnya, melainkan hal lain yang memang sedang dicarinya.


Louis dan William beradu tatap untuk waktu yang cukup lama. Setelah beberapa saat, tubuh Louis menghilang menyisakan William yang mendadak tersadar seperti orang yang baru saja terhipnotis.


William langsung di buat kaget saat melihat Louis lenyap dihadapannya entah kemana.


"Louis…" gumamnya.


William bangkit dari posisinya. Ia mengedarkan pandangan, mencari Louis yang hilang entah kemana.


"Louis?!" teriaknya lagi dengan kencang, berharap lelaki itu kembali muncul dihadapannya. Tapi apa yang terjadi justru Louis menghilang begitu saja. Bahkan tanpa jejak.



Rei membuka kedua matanya spontan saat melihat Elvina dalam penerawangannya keluar tengah malam, dan berusaha untuk mencari William.


Ia terduduk di atas ranjang tidurnya dengan keringat yang mengucur membasahi keningnya. Mimpinya barusan nyaris saja bercampur dengan mimpinya tentang profesor yang dilihatnya saat itu.


"Elvina," ujarnya begitu sadar.


Aku harus memastikan semua ini.


Rei bangkit dari posisinya. Membuka pintu kamarnya yang tertutup hingga ia dapat melihat ruang tengah kamarnya.


"Louis! Aku melihat Elvina dalam…" ucapan Rei mendadak terpotong saat mendapati lelaki albino itu hilang dari tempatnya semula terduduk.


"Kemana Louis ? Bukankah seharusnya dia ada di sini?" Rei menatap ke sekeliling, dan lelaki itu memang benar-benar tidak ada.


Ah sudahlah, itu tidak penting untuk sekarang. Yang harus aku dahulukan sekarang adalah menemui Elvina dan memastikan apakah apa yang kulihat tadi itu benar atau tidak.


Rei segera menghampiri lemari di dekat pintu masuk dan mengambil jaket yang tergantung di dalamnya lengkap dengan sepatu yang akan digunakannya untuk keluar.


Rei membuka pintu kamarnya secara perlahan dan melangkah mengendap-endap supaya tidak ada yang mendengarnya di tengah keheningan malam yang kini menyelimuti seisi rumahnya.


Rei menuruni tangga hingga tiba di lantai bawah.


Kalau aku memakai motor, maka otomatis akan membuat mama atau orang-orang lain di rumah ini sadar kalau aku keluar tengah malam. Sepertinya, aku harus menggunakan cara lain untuk pergi ke tempat Elvina.


Rei segera menghampiri pintu depan dan keluar lewat gerbang. Dengan kemampuannya, ia terbang menuju rumah Elvina.


"Aku harap energiku cukup untuk membawaku hingga ke rumah Elvina," gumam Rei yang kini terus terbang menuju arah jalan Elvina.


Sepanjang jalan, ia berusaha berkomunikasi.


...***...