Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 85 - Kapal



...***...


Fero terus mengendalikan kapal sementara Luna sudah mulai sedikit tenang setelah Kevin dan Daisy berusaha keras.


Semua orang kini terdiam, tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulut mereka masing-masing.


Kini, hanya tinggal tersisa beberapa belas orang saja diantara puluhan penduduk yang tinggal di Invisible Village.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan? Kemana kita akan pergi? Kita sama sekali tidak memiliki tujuan," gumam salah satu evolver muda yang duduk sambil bersandar pada salah satu pagar.


"Aku juga tidak tahu. Dorothy bilang kita harus mengikuti arahan yang dia berikan," sahut evolver lain disampingnya.


Elvina hanya diam. Ia tidak berniat untuk berbicara sepatah kata pun. Matanya menatap ke arah lautan lepas dengan Amanda dan William di kedua sisinya.


Elvina menatap ke arah pulau, ia kembali di ingatkan pada Dorothy dan saat-saat perpisahan terakhir mereka di kapal beberapa menit yang lalu.


Aku masih penasaran, apa hubungan antara Dorothy dengan profesor? Aku tidak sempat bertanya padanya karena kekacauan yang terjadi. Lalu… kenapa dia memutuskan untuk tinggal? Apa yang sebenarnya dia lakukan? Berbagai pertanyaan muncul di benak Elvina.


Elvina menundukkan kepalanya sambil menghela napas panjang. Rasa lelahnya saja bahkan belum hilang, sekarang otaknya harus dihampiri berbagai pertanyaan tentang masa lalu Dorothy dan hubungan antara dirinya dan profesor.


"El…" William secara tiba-tiba menepuk-nepuk pundak Elvina dengan suara parau.


"Ada apa?" Elvina menoleh ke arah adiknya dengan raut wajah bingung. William tak menjawab dan hanya diam dengan wajah pucat seraya menatap ke arah belakang kapal.


Elvina beralih fokus. Menatap apa yang tengah di tatap adiknya. "O… oww… it's bad, guys," gumam Amanda yang memandang ke arah yang sama.



Di belakang kapal yang mereka tumpangi, beberapa kapal besar bergerak mengikuti mereka. Dari salah satu kapal, Elvina dapat melihat sosok Joe yang berdiri di geladak kapal dengan raut wajah garang menatap mereka. Di kedua sisinya, beberapa penjaga mendampinginnya.


Semua orang beralih fokus pada suara Elvina. Begitu menoleh, mata mereka langsung tertuju pada kapal-kapal besar di belakang mereka.


"Astaga… mereka mengejar kita." Hera bangun dari posisinya, dan menghampiri tempat Elvina berada.


"Aish! Benar-benar menyebalkan," Fero panik dibuatnya.


Kevin, Daisy dan Luna bangun dan menghampiri Elvina. "Itu para penjaga!" Daisy gelisah.


"Apa yang harus kita lakukan? Mereka mengejar kita!"


"Tamatlah riwayat kita. Kita akan di tangkap dan di bawa kembali ke laboratorium."


"Aku tidak ingin kembali ke sana."


"Aku ingin pulang, aku masih ingin bertemu keluargaku."


Satu persatu orang di sana mulai panik, mereka berteriak cemas memikirkan bagaimana nasib mereka setelah melihat Joe dan para penjaga lain bergerak di belakang kapal mereka.


"Kita tidak bisa diam saja. Percepat kapalnya!" Kevin menoleh ke arah Fero yang wajahnya sudah dihiasi keringat.


Fero segera menggunakan kekuatannya guna mempercepat laju kapalnya. Menggerakkan benda itu lebih cepat dari sebelumnya.


"Mereka semakin dekat!" Hera menunjuk pada kapal para penjaga yang terus mendekat. Laju mereka semakin cepat mendekat ke arah kapal.


"Ini tidak bisa di biarkan. Kita harus bekerja sama agar kita semua bisa lolos!"


...***...