Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 758 - Mama di sini...



Lusia mengepalkan kedua tangannya. Wanita itu memejamkan kedua matanya dan memusatkan seluruh energinya hingga membuat rambutnya kembali berubah putih bersamaan dengan tubuhnya yang melayang. Lusia melayang semakin tinggi di udara. Dengan kekuatannya, dia menghancurkan segala sinyal perintah dan menghancurkan para penjaga dengan mengaktifkan penghancuran pada chipset di otak mereka.



...*...


Derek kewalahan menghadapi serangan para penjaga yang terus menyerangnya hingga membuatnya jatuh dan terluka berulang kali. Dean dan Nero sama-sama sibuk menghadapi para penjaga yang lain. Dan Derek benar-benar tidak kuat untuk menghadapi para penjaga sendirian. Terlebih energinya semakin menipis. Tepat ketika Derek baru saja terjatuh dan berusaha untuk bangkit, salah satu penjaga menusuknya dari arah belakang. Membuat Derek tersentak.


Derek membelalakkan mata dan spontan memegangi perutnya. Saat dia sadar, darah sudah mengucur membasahi tubuhnya. Dia menoleh, dan melihat lelaki itu menatapnya. Penjaga itu menarik tangannya yang bisa berubah menjadi senjata tajam dan berdiri menetap Derek yang tak berdaya.


Tubuh Derek limbung di tanah dengan tidak berdaya. Darahnya semakin banyak mengucur. Tepat ketika penjaga tadi berusaha untuk menyerang Derek lagi, Dean lebih dulu menyadarinya dan langsung membantu Derek dengan kekuatannya.


"DEREK!" Dean berlari menuju arah lelaki itu dan mencoba membangunkannya. Tubuh Derek sudah mulai lemas.


Teriak Dean barusan membuat semua orang langsung beralih ke arahnya. Dorothy yang sadar dengan apa yang terjadi, spontan berlari ke arah lelaki itu sambil menangis. "DEREK!!!"


Dorothy berjongkok dan langsung mengangkat kepalanya. Menaruhnya dalam pangkuannya. Wanita itu mulai menangis dengan disaksikan oleh Dean dan Nero yang berusaha melindungi mereka.


Tak lama suara teriakan terdengar, dan semua penjaga mendadak tersadar dari kendali mereka. Dan hal pertama yang dilihat Joe ketika sadar adalah kondisi adiknya yang sudah terkapar dalam keadaan bersimbah darah. "Derek..."


Joe berusaha untuk mendekat ke arah lelaki itu, tapi tubuhnya dalam kondisi terikat. Membuat Joe langsung jatuh saat dia mencoba untuk bangkit. "ARGHH!!" Joe mencoba membebaskan dirinya. Dan teriakannya di dengar oleh Nero yang langsung membebaskannya.


Joe menangisi kondisi adiknya yang kini dalam keadaan sekarat. Derek berusaha menahan rasa sakit pada perutnya. Dia melirik ke arah Dorothy, Joe dan Dean secara bergantian. Mereka semua memandanginya sambil menangis.


"Joe... Kau sudah sadar.." Derek tersenyum simpul memandangi Joe yang sudah baik-baik saja dan sudah sadar.


"Bertahanlah... Kau harus bertahan! Aku akan cari cara agar kau bisa tetap hidup." Joe menggenggam tangan adiknya erat. Joe sangat takut kehilangan Derek. Bagi Joe, Derek adalah satu-satunya orang yang dia miliki di dunia ini.


"A-aku rasa... Aku tidak kuat untuk terus bertahan..."


"Jangan berkata seperti itu. Kau pasti kuat, aku tahu kau kuat..." Dorothy menggenggam tangan Derek yang lain dan menciumnya sambil menangis.


"Rasanya sakit... Dan aku rasa... Aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi..."


"Dengar! Kau kuat. Jangan berkata yang tidak-tidak. Kau kuat Derek... Anak mama kuat..." Dorothy menatap putranya dengan berlinang air mata.


Joe yang mendengar hal itu terdiam dan memandangi Dorothy. "Mama di sini sayang... Jangan tinggalkan mama lagi..."


...***...