Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 161 - Baik-baik saja



...***...


"…Menyukaimu," gumamnya pelan. Elvina melepaskan cengkramannya pada kemeja yang dikenakan Leon.


Elvina mendongak, "Sniff… tunggu, kau apa?" Elvina beradu tatap dengan Leon.


Ah… aku sudah susah-susah mengungkapkan isi hatiku, tapi dia tidak mendengarkannya dengan jelas. Tapi tidak apa-apa, mungkin ini bukan saat yang tepat, batin Leon. Leon mengulurkan tangannya, mengusap air mata yang membasahi kedua pipi mulusnya.


"Tidak, aku tidak bilang apa-apa. Sekarang lebih baik kita pulang, ini sudah larut malam." Leon menarik tangan Elvina, membukakan pintu untuknya.


Setelah mereka duduk dengan tenang di dalam mobil, Leon lantas memacu laju kendaraannya pergi meninggalkan tempat tersebut.



...*...


"Aku harap dia baik-baik saja," gumam Rei dengan raut wajah resah. Ia baru saja melihat Elvina lewat penerawangannya. Setelah mengetahui kejadian yang hampir menimpa sepupunya, ia jadi cemas.


William sudah tertidur lelap di sofa, lelaki itu memang pada dasarnya tidak pernah kuat untuk tidur terlalu larut. Ya, kecuali kalau diajak begadang dan bermain game semalaman.


Rei berdiri di pintu depan, ia terus bergerak mondar-mandir menunggu Elvina yang tak kunjung kembali. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan wanita itu tak kunjung kembali.


Aku benar-benar cemas, ucap Rei dalam hati.


Elvina, kau baik-baik saja? Rei berusaha terhubung dengan sepupunya lewat telepati.


Rei? Kenapa kau bertanya? Apakah kau juga melihat apa yang terjadi?


Ya. Sebenarnya aku hendak memberitahumu, tapi aku tidak bisa fokus karena William mendengkur. Maaf, karena aku terlambat memperingatkanmu.


Tidak apa-apa, ini bukan salahmu. Ini semua kecelakaan, aku juga tidak pernah menyangka kalau hal ini akan terjadi padaku. Tapi, aku baik-baik saja.


Bosmu itu membantumu, 'kan?


Kau juga melihat yang satu itu?


Iya. Sekarang kau dimana?


Mama menghubungiku beberapa kali, dan aku bilang aku masih memiliki urusan di rumahmu. Jadi aku bilang padanya kalau aku akan menginap.


Kau akan menginap?


Tidak mungkin aku membiarkanmu sendirian, aku ingin menemani dan menghiburmu.


Terima kasih, Rei.


Tidak perlu berterima kasih. Aku tunggu kau di rumah.


Sebentar lagi aku sampai.


Rei menghela napas lega begitu mendengar Elvina baik-baik saja setelah apa yang menimpanya. Sekarang Rei merasa sedikit lebih tenang.


Tak selang beberapa menit, fokus Rei di sita oleh kedatangan mobil yang kemudian menghentikan lajunya di depan pekarangan rumah Elvina.


Pandangan Rei tertuju pada mobil tersebut, ia kemudian melihat Elvina dan Leon keluar dari sana.


"Elvina!" Rei berlari menghampirinya, ia memeluk tubuh sepupunya itu erat. Leon tersentak dibuatnya. "Aku benar-benar cemas dengan keadaanmu," bisiknya.


"Kau sungguh baik-baik saja, 'kan?" Rei melerai pelukannya.


"Aku baik-baik saja, Rei." Elvina tersenyum simpul.


Leon tidak tahan dengan apa yang dilihatnya, ia segera menghampiri mereka dan memisahkan keduanya.


"Jangan memeluknya, Elvina masih sangat shock dengan apa yang terjadi dengannya!" tukas Leon dengan nada ketus. Ia merangkul pundak Elvina dan menjauhkannya dari Rei.


Elvina dan Rei menatapnya dengan raut wajah bingung. Entah ada apa dengan nada bicaranya Leon yang sangat tidak bersahabat itu.


"Ayo, aku antar masuk."


...***...