Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 385 - Target hilang!



...***...


Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia.


Lucy dan Aland segera bergerak mencari target mereka begitu pesawat landing di bandara Soekarno-Hatta.


Setelah menghabiskan waktu di perjalanan selama kurang lebih lima belas jam, mereka tak bisa tinggal diam begitu saja, saat melihat target mereka keluar dari pesawat dengan sangat tergesa-gesa.


Lucy dan Aland segera berpencar dan mencari keberadaan target mereka dari dua tempat yang berbeda.


"Kau masih bisa melihat target kita?" tanya Lucy pada Aland lewat handsfree yang masih terpasang di telinga mereka.


"Aku sedang mengikutinya dia menuju pintu keluar."


"Terus ikuti dan jangan sampai lepas. Aku akan mengurus barang-barang kita."


"Baik."


Lucy terus bergerak menerobos sekelompok orang-orang yang berlalu-lalang di dalam sana di tengah malam buta.


"Sial!" pekik Aland di seberang sana hingga membuat langkah Lucy terhenti.


"Ada apa, Al?"


"Aku kehilangan jejaknya."


"Apa?! Bagaimana bisa?"


"Dia bergerak begitu cepat. Aku tidak bisa menemukannya, apalagi di tengah kerumunan seperti ini."


"Arghh, sial!"


"Maaf, aku gagal."


"Aku akan coba menghubungi Ethan, semoga saja dia masih terhubung dengan kita dan bisa melacak keberadaannya."


"Baiklah. Aku akan menunggumu di pintu keluar."


"Baik."


Lucy menekan tombol pada handsfree-nya dan terus berjalan dengan barang bawaan di tangannya.


"Eth, apakah kau masih bisa mendengarku?"


"Dengan sangat jelas," sahutnya di seberang sana.


"Syukurlah, bisakah kau melacak keberadaan target kita? Kami kehilangan jejaknya."


"Apa? Arghh! Itu artinya kita kehilangan jejaknya lagi?! Padahal hanya sedikit lagi, dan kita akan bisa menangkap mereka dan mengembalikan Am…" Lucy mengepalkan tangannya. Lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan karena gagal menangkap target mereka.



"Aku sungguh minta maaf." Ethan merasa bersalah jadinya.


"Bukan masalah. Kau tidak perlu meminta maaf, aku tahu ini bukan salahmu."


"Sekarang apa rencana kalian?"


"Untuk sementara waktu, mungkin aku dan Aland akan menetap di Indonesia serta terus memantau target kita. Aku akan mencari mereka."


"Kalau begitu aku akan selalu mengawasi kalian di sini dan mengabari kalian saat aku berhasil menangkap sinyal dari target kalian."


"Baiklah, terima kasih, Eth."


"Ya."


Lucy berjalan keluar dari bandara dan menemui Aland yang sejak tadi menunggunya di putus keluar.


Tiba di sana, Lucy segera menemui lelaki itu begitu melihat dirinya.


"Al!" panggil Lucy.


Aland menoleh dan mendapati wanita itu menghampiri dirinya.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Ayo cari hotel untuk menginap. Setelah itu, besok kita cari apartemen untuk di sewa. Ada kemungkinan kita akan tinggal di Jakarta cukup lama."


"Kalau begitu kita harus menukarkan uang kita di money changer."


"Oh, benar."


"Ayo pergi. Setelah itu kita cari hotel bersama."


Lucy dan Aland beranjak dari tempatnya. Setelah menukarkan uang dolar yang mereka miliki menjadi nilai rupiah, Lucy serta Aland segera pergi mencari taksi yang selanjutnya akan mengantarkan mereka ke hotel yang akan mereka tempati.


Lucy dan Aland melangkah masuk ke dalam kamar hotel tempat mereka menginap. Keduanya segera menaruh semua barang yang mereka bawa di meja kayu yang ada di sana.


"Tidak aku sangka kalau kita akan gagal."


...***...